04 April 2025

Get In Touch

Selewengkan Beras Bansos, Oknum Untung Rp 9 M/Bulan

Selewengkan Beras Bansos, Oknum Untung Rp 9 M/Bulan

JAKARTA,LETRA.ID - Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso (Buwas) mengungkapkan ada 300 lebih e-warong siluman atau palsu yang beredar di seluruh Indonesia. E-warong tersebut merupakan penyalur Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang terdaftar di Kementerian Sosial (Kemensos).

Buwas mengatakan, dari temuan tersebut, di antaranya adayang juga membuka usaha tambal ban namun juga berkedok e-warong."Ternyatae-warong ini tidak terdata, ternyata tambal ban. Itu saya telisik sudah 300lebih, yang menemukan tim saya, tapi tim saya tidak hanya Bulog, rahasia. Kalauhanya tim dari Bulog kan tidak bisa 100% dipercaya," kata Buwas dalamkonferensi pers temuan BPNT, di Gedung Bulog, Jakarta, Senin (23/9).

Ia memaparkan, saat ini ada sekitar 3.000 e-warong yang adadi seluruh Indonesia. Artinya, ada sekitar 10% dari e-warong tersebut yangmerupakan e-warong 'siluman'.

E-warong siluman tersebutlah yang menurut Buwas melakukanaksi penyelewengan dari penyaluran BPNT. Perlu diketahui, penyelewengan inidilakukan dengan menggunakan karung beras Bulog palsu dan diisi dengan berasmedium. Padahal, beras yang disalurkan Bulog ke BPNT merupakan berasberkualitas premium.

Ia mengatakan, tambal ban yang berkedok e-warong siluman iniberoperasi hanya pada saat pelaksanaan penyaluran BPNT yang dilakukan satubulan sekali. "Jadi tambal ban itu bisa jadi e-warong, ini bisa kitabuktikan. Tambal ban ini bukanya hanya pada saat penyaluran BPNT, setelah itutidak ada lagi," sebutnya.

Buwas membeberkan, masyarakat penerima BPNT atau KeluargaPenerima Manfaat (KPM) di wilayah-wilayah tempat para oknum beraksi tersebutdipaksa menerima beras yang telah dioplos. Jika tidak, maka masyarakat tersebutdiancam dicoret dari daftar KPM.

"Masyarakat penerima BPNT itu dipaksa menerima berasjelek dengan ancaman, kalau dia tidak menerima itu mereka akan dicoret darinama penerima BPNT. Sudah ada bukti rekamannya itu, saya kalau kerja tidakasal-asalan," kata Buwas.

Aksi para oknum, kata Buwas saat ini sudah merajalela denganmudahnya memperoleh karung beras palsu, bahkan bisa dibeli melalui online.Sehingga, sangat mudah untuk mengoplos beras Bulog."Teman-teman mau pesanonline juga jadi, dapat. Saya sudah lapor Satgas Pangan untuk segera ditangani.Ini sudah kejahatan awal dan sudah pasti bersindikat," ungkap dia.(ins)

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.