
SURABAYA - Beberapa spesiesburung dilindungi dikabarkan ditemukan dalam kondisi mati tergantung di salahsatu pohon di hutan mangrove Wonorejo di kawasan Pantai Timur Surabaya(Pamurbaya). Kondisi ini membuat prihatin mantan Walikota Surabaya, Bambang DH.
“Kepedulian tumbuh kembang satwa di kawasan mangrove menjadi tugas bagi kita semua. Karena satwa liar yang ada juga memiliki peran terhadap ekosistem mangrove” ujarnya, Minggu (6/10) malam.
Untuk diketahui, Bambang DHadalah inisiator pengembalian pantai timur Surabaya sebagai kawasan konservasiyang sudah dipayungi Perda RTRW sebagai kawasan penyangga ekosistem pantai.Pamurbaya disamping kaya dengan keragaman flora dan faunanya ternyata jugasebagai tempat transit rutin burung yang migrasi dari Australia ke Siberia.
Bambang DH berharap kejadian ini yang terakhir dan mengajak semua stake holder masyarakat untuk turun menjaga ekosistem di Pamurbaya. “Saya akan mengajak pemerintah, akademisi dan komunitas untuk bekerjasama dalam berbagai aktivitas untuk melindungi satwa yang ada di Pamurbaya” tambah anggota DPR RI ini.
Sebelumnya diberitakan, ada burung-burungyang ditemukan mati di mangrove Wonorejo. Diketahui dua spesies, yaitu Raja Udang Biru (empat ekor) yang merupakanspesies penetap dan Cekakak Suci (satu ekor) yang merupakan burung migran asalAustralia.
“Suatu perilaku yang sangat tidakberadab karena burung-burung itu mati tergantung di pohon dan kakinya semuaterikat,” ujar aktivis Wildlife Photography Surabaya, Agus Azhari, kepadawartawan di kawasan hutan mangrove Wonorejo Rungkut Surabaya, Minggu (6/10)pagi.
Ia mengaku menemukan bangkai burung-burung tersebut saat berniat memotret burung di hutan mangrove Wonorejo pada pekan lalu.“Aktivitas saya setiap Minggu hunting foto burung, lalu melihat Raja Udang Biru terbang. Saat saya ikuti, ternyata ada di satu pohon bangkai-bangkai burung itu dalam keadaan tergantung.

“Saya langsung trenyuh dan sangatmenyesalkan ada peristiwa itu,” ucapnya.Ia menduga kematian burung-burung itukarena tembakan senapan, karena ditemukan adanya bekas tembakan.
Dugaan tersebut dibenarkan salahseorang dokter hewan, Happy Ferdiansyah, yang mengaku telah melihat luka-lukadi bagian tubuh burung.“Ada beberapa luka tembak yang ditemukan, jadikemungkinan besar mati karena tertembak,” katanya.
Berdasarkan Peraturan PemerintahRI Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa, spesies RajaUdang Biru atau small blue kingfisher (SBKF) merupakan salah satu spesiesdilindungi, dan masuk The IUCN Red List of Thereatened Species.
Terpisah, Iwan Londo pengamatburung dari Yayasan Ekologi Satwa Alam Liar Indonesia (EKSAI) mengaku sangatsedih dengan penemuan itu. “ Ya sedih, tapi bagaimana lagi, selagi itu kawasanmasih abu-abu, karena yang saya tahu lahan tersebut punya pribadi, tentu sajasulit melakukan tindakan tegas,” ujarnya.
Dia mengaku sebagai pemerhati puntidak bisa berbuat banyak, kecuali lahan tersebut sudah sah milik PemkotSurabaya. “Percuma juga satwanya dilindungi tapi kawasannya tidak. Selain ituWonorejo juga jadi daerah resapan, kalau ada alih fungsi lahan, daerah Rungkutbakal banyak yang banjir,” katanya mengingatkan Pemkot.(ist,dya)