04 April 2025

Get In Touch

Tingkatkan Derajat Kesehatan, Ponpes di Kota Kediri Didorong Miliki Poskontren

Pj Wali Kota Kediri, Zanariah saat sambutan pada acara pembinaan PHBS Poskestren se-Kota Kediri.
Pj Wali Kota Kediri, Zanariah saat sambutan pada acara pembinaan PHBS Poskestren se-Kota Kediri.

KEDIRI (Lenteratoday) - Setiap Pondok Pesantren (Ponpes) di Kota Kediri, didorong memiliki Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren). Pasalnya Poskontren dianggap penting, sebagai alarm seluruh masyarakat pondok pesantren untuk selalu menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Hal ini disampaikan Pj Wali Kota Kediri, Zanariah saat memberikan pengarahan pada kegiatan PHBS bagi Poskestren se-Kota Kediri, di Ruang Kilisuci Hotel Grand Surya, Selasa(28/5/2024).

Sebagai narasumber menghadirkan Ketua Tim Kerja Promkes dan Pemberdayaan Masyarakat Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Timur, Malik Afif dan Pengasuh Ponpes Al-Amin Kota Kediri, Ning Nadia Khoirina.

Zanariah mengatakan Kota Kediri sebagai salah satu kota di Indonesia yang memiliki puluhan ponpes, dengan jumlah santri mencapai puluhan ribu. Para santri di ponpes biasanya memiliki keseharian yang selalu bersama-sama dan bersifat komunal, seperti tidur, makan, belajar, bermain dan beribadah.

Sifat komunal di pesantren ini memiliki kerentanan yang cukup tinggi terhadap penyakit, misalnya gatal-gatal, diare, demam berdarah, gizi kurang seimbang, hingga tuberkulosis. Apalagi jika tidak diimbangi penerapan perilaku hidup bersih dan sehat.

“Melihat kondisi tersebut, hari ini kita membahas terkait penerapan pola hidup bersih dan sehat bagi Poskestren dengan para narasumber. Jadi tidak hanya sehat rohani namun juga sehat jasmani,” imbuhnya.

Ditambahkan, Poskestren mengutamakan upaya pencegahan dan pengendalian penyakit menular. Keberadaan Poskestran diharapkan dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat pondok pesantren di Kota Kediri. Sudah saatnya seluruh ponpes memiliki Poskestren, dari 34 ponpes yang dibina baru 23 yang memiliki fasilitas Poskestren. Diharapkan, setelah ini sisa 11 ponpes menyusul memiliki Poskestren.

Di akhir sambutan, Zanariah menekankan upaya peningkatan PHBS di lingkungan pesantren tidak bisa dilakukan dengan satu kali penyuluhan. Tetapi harus berkesinambungan hingga menjadi kesadaran bersama.

Selain ada Poskestren, seluruh ponpes diharapkan memiliki kebijakan yang berwawasan kesehatan bagi para santri, seperti kegiatan aktivitas fisik, edukasi kesehatan reproduksi, pentingnya konsumsi tablet tambah darah pada santriwati, dan gizi remaja.

Hadir dalam acara ini Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kediri Muhammad Fajri, pengasuh ponpes se-Kota Kediri, perwakilan organisasi masyarakat (LKNU, PD Muhammadiyah, LDII, Fatayat dan Muslimat NU) serta petugas Promosi Kesehatan Puskesmas se-Kota Kediri.

Reporter:Gatot Sunarko/Editor:Ais

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.