06 April 2025

Get In Touch

Gencarkan Operasi Pakai Masker

Gencarkan Operasi Pakai Masker

Blusukanhingga Turunkan Semua Jajaran

Operasipakai masker atau operasi patuh masker di tengah pandemi Covid-19 ini, terusdigencarkan di Kota Surabaya. Bahkan, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini sampaiblusukan ke pasar-pasar dan perkampungan untuk sekadar sosialisasi patuhmenggunakan masker. Semua jajaran di tingkat kecamatan dan keluruhan jugadikerahkan untuk operasi pakai masker ini.  

Selama pandemi ini, Wali Kota Rismaseringkali blusukan ke kampung-kampung dan pasar-pasar untuk mengetuk hatiwarga Kota Surabaya dalam mentaati protokol kesehatan, terutama patuhmenggunakan masker dan selalu jaga jarak. Bahkan, setiap akhir pekan, dia rutinblusukan ke gang-gang sempit di perkampungan dengan dibonceng sepeda motor.

Berbekal megaphone yang dibawanya, takhenti-henti dia mengingatkan warganya untuk selalu menggunakan masker dan jagajarak. Suaranya yang nyaring, seakan memecah keheningan kampung dan bahkanmenghentikan ramainya pasar. “Bapak, Ibu, ayo dipakai maskernya, masih banyakyang dirawat di rumah sakit, jangan ditambah lagi,” kata Wali Kota Rismamelalui megaphonenya itu.

Suara “ayo pakai masker” seringkalimengagetkan warga yang ada di perkampungan atau pun yang ada di pasar. Merekakemudian buru-buru membetulkan masker yang dipasang di dagunya. Tak sedikitpula warga yang langsung mengambil masker di dalam sakunya, lalu dipakai. “IniPak, masker. Tolong langsung dipakai ya,” ujar Wali Kota Risma sambilmemberikan masker kepada warga Tambaksari yang tidak pakai masker.

Blusukan semacam ini terus dilakukan Wali Kota Risma ke wilayah-wilayah yang tingkat kasusnya masih tinggi, seperti di wilayah Kecamatan Tambaksari, Sawahan, Rungkut dan beberapa wilayah lainnya. Menurutnya, sosialisasi semacam ini akan terus dilakukan supaya warga bisa care dan sadar bahwa pandemi ini belum selesai. “Jadi, saya meminta warga untuk selalu hati-hati dan selalu mematuhi dan menjalankan protokol kesehatan secara ketat. Saya mencoba mengetuk hati warga Kota Surabaya dengan sosialisasi ke kampung dan pasar-pasar,” tegas Wali Kota Risma.

Selain itu, Presiden UCLG ASPAC ini jugamemastikan bahwa jajaran kelurahan dan kecamatan juga diturunkan untuksosialisasi patuh pakai masker ini. Mereka dibagi sesuai dengan wilayahnya masing-masing.“Semuanya turun untuk sosialisasi dan edukasi warga. Ini akan terus kamilakukan supaya Surabaya cepat terbebas dari Covid-19,” kata dia.

Wakil Sekretaris Gugus Tugas PercepatanPenanganan Covid-19 Kota Surabaya, Irvan Widyanto, mengatakan gerakan masifoperasi pakai masker ini terus dilakukan bersama jajaran kecamatan, kelurahan,koramil, polsek, Babinsa, Babinkamtibmas, tokoh agama, tokoh masyarakat, sertasatgas-satgas Kampung Tangguh Wani Jogo Suroboyo di wilayah merekamasing-masing. “Jadi, sekarang ini lebih masif gerakannya, karena semuakaryawan kecamatan dan kelurahan turun secara serentak,” kata Irvan dikantornya.

Dalam operasi ini, mereka harus memastikanterbentuknya Kampung Tangguh Wani Jogo Suroboyo di masing-masing wilayah RW, danmemastikan Satgas Kampung Tangguh Wani Jogo Suroboyo (Wani Sehat, WaniSejahtera, Wani Jogo, Wani Ngandani) berjalan sesuai tugas masing-masing,terutama yang ada di zona merah. “Nanti mereka juga harus memastikan danmelakukan blocking area di wilayah yang terdapat pasien terkonfirmasi positifCovid-19,” ujarnya.

Yang terpenting, operasi ini juga akanmelakukan pembagian ribuan masker kepada warga Kota Surabaya. Sasarannya adalahseluruh area pemukiman penduduk, terutama pemukiman penduduk yang terdapatpasien terkonfirmasi Covid-19. “Kami membagikan sekitar 150 ribu masker, baikmasker medis maupun masker kain,” tegasnya.

Irvan juga memastikan bahwa operasi pakaimasker ini juga terus dilakukan di berbagai bidang lainnya, seperti dipasar-pasar tradisional, moda transportasi darat, warung-warung atautempat-tempat makan dan tempat nongkrong, dan semua wilayah pemukiman atauperkampungan di seluruh penjuru Kota Surabaya.

“Nah, karena ini Perwali perubahan (Perwalinomor 33 tahun 2020) sudah terbit, yang mana salah satu poinnya adalahpenerapan jam malam, maka operasi selanjutnya adalah pelaku usaha yang masihbuka di atas pukul 22.00 WIB, termasuk beberapa RHU yang tidak boleh beroperasidulu. Penertiban dan sosialisasi ini akan dilakukan oleh teman-teman Satpol PPdibantu TNI-Polri,” katanya.

Sementara itu, Kepala Satpol PP KotaSurabaya Eddy Christijanto memastikan mulai hari ini akan mengintensifkanoperasi di RHU, karena memang beberapa RHU tidak boleh buka dulu. Jika merekamasih buka di atas pukul 22.00 WIB, mereka akan langsung diberhentikanaktivitasnya, karena ini sudah diatur dalam Perwali perubahan. “Kami juga sudahmeminta OPD lain untuk bersama-sama menertibkan dan sosialisasi Perwaliperubahan ini. Jadi, ke depan operasinya akan semakin masif,” tegas Eddy.

Ia juga menjelaskan bahwa berdasarkan datarekap operasi patuh masker, hingga saat ini tingkat kepatuhan warga dalammenggunakan masker sekitar 95 persen, dan 5 persen sisanya belum patuhmenggunakan masker. Bagi mereka yang tidak menggunakan masker, langsung disitaKTP-nya, sedangkan yang tidak membawa KTP langsung diberi sanksi sosial sepertimenyapu jalan hingga membantu memberikan makan penghuni Liponsos.

“Yang disita KTP-nya sebanyak 271 orangdan yang diberi sanksi sosial sebanyak 722 orang. Dan ternyata warga yang tidakpakai masker itu karena ada yang tertinggal di rumah dan ada pula yang bawatapi tidak dipakai. Artinya, jika melihat fakta di lapangan, warga sudah mulaisadar bahwa ketika keluar rumah harus pakai masker, warga sudah sadar itu.Alhamdulillah,” pungkasnya. (ADV)

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.