03 April 2025

Get In Touch

UB Kerja Sama Internasional untuk Kembangkan Teknologi Pemantauan Bencana dan Perubahan Iklim

Prof. Sukir saat menunjukkan lokasi MAGDAS di Lab UB, Cangar Kota Batu. (dok. Humas UB)
Prof. Sukir saat menunjukkan lokasi MAGDAS di Lab UB, Cangar Kota Batu. (dok. Humas UB)

MALANG (Lenteratoday) - Universitas Brawijaya (UB) menjalin kolaborasi dengan institusi internasional untuk mengembangkan proyek Magnetic Data Acquisition System (Magdas). Teknologi ini diharapkan menjadi alat mutakhir dalam memantau perubahan iklim global sekaligus mendukung mitigasi bencana alam, seperti gempa bumi dan aktivitas vulkanik, guna meningkatkan keselamatan masyarakat.

Prof. Sukir Maryanto, pakar mitigasi bencana UB, menjelaskan stasiun Magdas yang terletak di Cangar, Kota Batu, akan fokus pada mitigasi gempa tektonik dan vulkanik. "Pengembangan Magdas terintegrasi dengan jaringan global, memperkuat penelitian dan kolaborasi internasional," ujarnya, Jumat (27/12/2024).

Menurut Prof. Sukir, proyek ini dimulai pada Maret 2024 dan melibatkan tim dari Kyushu University dan Mesir. Rencananya, sensor magnetometer induksi dari Nagoya City University, Jepang, akan dipasang Maret 2025. "Dua alat baru telah terpasang di Stasiun Cangar, yaitu Magnetometer Fluxgate 3D dan sensor seismik," katanya.

Lebih lanjut, Prof. Sukir menjelaskan, data yang diperoleh akan dipelajari secara intensif untuk mengembangkan ilmu yang menghubungkan fenomena di Bumi dan angkasa. "Kami berharap Magdas dapat membantu memprediksi dan mitigasi bencana alam, sehingga meningkatkan keselamatan masyarakat," tambah Prof. Sukir.

Kolaborasi ini melibatkan International Research Center for Space dan Planetary Environmental Science (i-SPES) dari Kyushu University, Jepang, National Research Institute of Astronomy & Geophysics (NRIAG) Mesir, serta universitas di Malaysia.

Kolaborasi ini juga membuka kesempatan bagi mahasiswa UB untuk mengembangkan kemampuan penelitian dan kolaborasi internasional. Saat ini, mahasiswa S2 dari BRIN telah terlibat dalam proyek ini. (*)

Reporter: Santi Wahyu | Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.