30 November 2025

Get In Touch

Pemkot Palangka Raya Tekan Angka Kemiskinan Melalui Kombinasi Program Sosial dan Penciptaan Lapangan Kerja

Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini
Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini

PALANGKA RAYA (Lentera) –Tingkat kemiskinan di Kota Palangka Raya pada 2025 berada di angka 3,62 persen. Hal ini menjadikan Palangka Raya menempati posisi kedua terendah setelah Kabupaten Lamandau.

Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini mengatakan, capaian ini menunjukkan efektivitas dari berbagai kebijakan dalam upaya pengurangan kemiskinan yang telah dijalankan pemerintah daerah.

“Dari kondisi ini, kita dapat melihat kerja tim pengendalian kemiskinan berjalan dengan cukup baik, dimana penurunan terjadi berkat adanya inovasi dan intervensi melalui berbagai program,” papar Zaini, Rabu (26/11/2025).

Meskipun berhasil mencatatkan diri sebagai salah satu daerah dengan tingkat kemiskinan terendah di Provinsi Kalimantan Tengah, Kota Palangka Raya masih memiliki tantangan besar yang harus dituntaskan, yaitu terkait peningkatan kualitas pendidikan dan kesempatan kerja bagi warga berpenghasilan rendah. 

Zaini menjelaskan, sejumlah program berkontribusi signifikan dalam penurunan angka kemiskinan, diantaranya bantuan sosial, gerakan pangan murah, serta dukungan bagi pelaku UMKM. 

Tidak hanya itu, pemerintah juga sudah meluncurkan aplikasi informasi lowongan kerja melalui Dinas Tenaga Kerja, yang bertujuan agar masyarakat semakin mudah mengakses peluang kerja.

"Agar dapat terus menekan angka kemiskinan, tidak cukup hanya dengan program bantuan, tetapi harus diikuti dengan peningkatan kualitas pendidikan serta penciptaan lapangan kerja berkelanjutan," tuturnya.

Zaini mengakui jika tantangan nyata masih terlihat dari kondisi sumber daya manusia. Data menunjukkan sebanyak 54,41 persen penduduk miskin, hanya mengenyam pendidikan hingga jenjang SD atau SMP. Sementara 54,78 persen lainnya tidak memiliki pekerjaan.

Kondisi ini menunjukkan masih perlu diberikannya perhatian serius pada bidang pendidikan.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemkot Palangka Raya harus mendorong peningkatan lama (jangka waktu) masa sekolah, penyediaan akses pelatihan keterampilan, serta penguatan program layanan pendidikan bagi masyarakat prasejahtera, termasuk pendirian Sekolah Rakyat.

Selain itu, sejumlah program berbasis kesejahteraan ekonomi masyarakat juga harus terus dijalankan, seperti Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, yang menyediakan bahan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, dan bantuan sosial bagi warga yang membutuhkan.

"Melalui kombinasi program sosial dan pengembangan ekonomi, diharapkan akan dapat memperkuat ketahanan ekonomi warga Kalimantan Tengah, termasuk Kota Palangka Raya," pungkasnya.

Reporter: Novita|Editor: Arifin BH

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.