29 November 2025

Get In Touch

Banyak Kasus Pencurian Kabel PJU, Pemkot Surabaya Janji Berikan Reward Pada Pelapor

Petugas memperbaiki kabel PJU.
Petugas memperbaiki kabel PJU.

SURABAYA (Lentera) – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan memberikan bonus atau reward bagi warga yang melaporkan aksi pencurian kabel penerangan jalan umum (PJU). Kebijakan ini digulirkan setelah banyak kasus pencurian kabel PJU dalam satu bulan terakhir di Kota Pahlawan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Surabaya, M. Fikser, meminta masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam upaya pencegahan. 

Ia mengatakan, warga dengan laporan valid berhak menerima hadiah dari pemkot.

“Jika melihat aksi pencurian kabel PJU, silakan dilaporkan ke pemerintah kota. Laporan berupa video dapat disampaikan melalui aplikasi WargaKu atau media sosial resmi Pemkot Surabaya,” kata Fikser, Sabtu (29/11/2025).

Untuk memperoleh bonus tersebut, pelapor perlu menyertakan rekaman video yang jelas memperlihatkan pelaku saat mencuri kabel PJU. Jika pelaku menggunakan kendaraan, nomor polisi kendaraan harus tampak dalam rekaman. 

"Video dapat dikirim melalui Aplikasi WargaKu, Instagram @dishubsurabaya, dan Instagram @surabaya," ucapnya. 

Fikser menjelaskan, pencurian kabel PJU berdampak langsung pada keselamatan pengguna jalan. Jalan yang gelap meningkatkan risiko kecelakaan dan potensi tindak kriminal.

“Kami berharap masyarakat turut berperan aktif karena menjaga fasilitas umum adalah tanggung jawab bersama,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Prasarana Transportasi Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya, Agung Karyadi, mengungkapkan sepanjang November 2025 terdapat 12 lokasi yang menjadi target pencurian.

Total kabel PJU yang hilang mencapai 1.800 meter, tersebar pada 60 gawang (tiang) PJU.

Lokasi yang terdampak antara lain, Jalan Pemuda sisi selatan, Jalan Panglima Sudirman sisi timur, Jalan Gubernur Suryo, Jalan Wijaya Kusuma, Jalan Basuki Rahmat, Jalan Indrapura, dan Jalan Urip Sumoharjo sisi barat.

Agung menyebut para pelaku diduga bekerja secara terorganisir. Mereka kerap menyamar sebagai petugas lapangan dengan mengenakan rompi, helm proyek, hingga menggunakan mobil operasional agar tidak menimbulkan kecurigaan.

“Mereka mematikan listrik PJU di malam hari dan berpura-pura melakukan perbaikan. Karena memakai atribut lengkap, masyarakat sulit curiga,” jelasnya.

Para pelaku biasanya beraksi menjelang pagi sekitar pukul 05.00 WIB, ketika lampu PJU sudah padam dan aktivitas warga masih sepi. Aksi dilakukan dengan masuk ke gorong-gorong atau pedestrian untuk memotong kabel, sehingga menyebabkan pemadaman dalam radius yang cukup jauh.

Agung menambahkan kasus pencurian kabel PJU bukan kali pertama terjadi di Surabaya. Kejadian serupa sempat marak sekitar setahun lalu dan berhasil ditekan setelah Dishub berkoordinasi dengan kepolisian.

“Kami kembali berkoordinasi dengan kepolisian agar para pelaku bisa segera ditangkap,” pungkasnya.

 

Reporter: Amanah

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.