SURABAYA (Lentera) - Komandan Kepolisian Kanton Valais, Frédéric Gisler, mengatakan korban tewas akibat kebakaran sebuah bar di Swiss menjadi 40 orang, sebelumnya dilaporkan ada 10 korban tewas. Selain itu ada sektar 115 orang terluka dalam insiden pada Rabu (31/12/2025) malam atau saat malam tahun baru 2026.
Melansir CNN, ledakan yang memicu kebakaran terjadi di bar Le Constellation yang terletak di resor ski mewah di Crans-Montana, Swiss. Insiden terjadi saat bar dipadati pengunjung yang ingin merayakan malam terakhir di 2025 dan menyambut tahun baru.
Media afiliasi CNN, BFMTV, melaporkan berdasarkan keterangan dua saksi kebakaran disebabkan oleh kembang api yang diletakkan di dalam botol sampanye. Otoritas Swiss menyatakan pihaknya akan menyelidiki penyebab pasti kebakaran.
Jaksa Agung Kanton Valais, Béatrice Pilloud, sempat mengatakan bahwa flashover kemungkinan menjadi penyebab kebakaran di Le Constellation. Flashover merujuk pada peristiwa ketika semua benda di dalam ruangan terbakar nyaris dalam waktu bersamaan.
"Teori utama yang kami prioritaskan adalah flashover yang memicu ledakan cepat. Beberapa saksi telah memberikan kesaksian dan ada sejumlah telepon yang ditemukan untuk dianalisis," kata Pilloud, seperti dikutip CNN.
Atas kejadian tersebut, banyak orang yang datang ke lokasi peristiwa dan meletakkan lilin di sekitar Le Constellation.
Peristiwa itu juga mengakibatkan Tahirys Dos Santos, seorang pemain sepak bola berusia 19 tahun dari klub sepak bola Prancis FC Metz, mengalami luka. Klubnya menyatakan bahwa Santos mengalami luka bakar parah dan telah diterbangkan ke Jerman untuk menerima perawatan.
Hingga saat ini, pihak berwenang belum berhasil mengidentifikasi seluruh korban mengingat jumlah korban yang begitu banyak. (*)
Editor : Lutfiyu Handi





