06 January 2026

Get In Touch

Kondisi SD Negeri Kokap Kulon Progo Terancam Longsor, Bangunan Retak Hingga 20 Sentimeter

Kondisi bangunan SD Negeri Kokap, Kulon Progo dengan dinding retak dan bergeser. (foto:ist/Kompas.com)
Kondisi bangunan SD Negeri Kokap, Kulon Progo dengan dinding retak dan bergeser. (foto:ist/Kompas.com)

KULON PROGO (Lentera) — Kondisi bangunan SD Negeri Kokap, Padukuhan Tejogan, Kalurahan Hargorejo, Kapanewon Kokap, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta terancam longsor, setelah hujan deras beberapa hari terakhir memicu pergeseran tanah hingga sekitar 5 cm. 

Dampak terparah terjadi pada ruang UKS dan dapur, bahkan dinding bangunan terpisah hingga 15–20 cm dari bangunan induk, menandakan risiko struktural serius. 

Kepala SD Negeri Kokap, Surohim yang baru menjabat per 1 Januari 2026, mengatakan situasi ini berpotensi membahayakan jika tidak segera ditangani. 

“Kondisi sekolah saat ini sangat mengkhawatirkan. Beberapa bangunan sudah mengalami pergerakan tanah dan retakan cukup besar,” kata Surohim, Jumat (2/1/2026). 

Selain UKS dan dapur, area parkir sekolah mengalami penurunan tanah, sementara dinding kantor guru dan kepala sekolah retak dan sebagian sudah miring. Dinding bagian belakang condong ke barat, retakan terlihat di dinding kelas enam, dan tegel lantai koridor juga pecah. 

Saat Ini, Surohim menuturkan, lokasi sekolah pernah mengalami longsor, namun pembangunan kembali diduga tidak disertai drainase dan konstruksi memadai. 

“Air seharusnya mengalir, tapi justru menggenang. Setiap hujan deras, area parkir tergenang 3–5 cm. Lama-kelamaan muncul retakan dan akhirnya seperti sekarang,” jelasnya. 

Sebagai respons awal, pihak sekolah bersama BPBD, Dinas Pendidikan, dan pihak kelurahan berencana menggelar kerja bakti pada Sabtu, 3 Januari, pukul 08.00 WIB dengan melibatkan wali murid dari kelas 1–6. Sebanyak 100 karung pasir akan dipasang untuk mengalihkan aliran air dari retakan bangunan. 

Selamat Surohim menegaskan, langkah ini bersifat sementara dan bukan solusi permanen. Akibat kondisi bangunan yang tidak aman, ruang guru dan kepala sekolah dikosongkan. 

Buku-buku pelajaran dirumpuk di koridor, dan perpustakaan telah dikosongkan. Beberapa ruang kelas tidak dapat digunakan, sehingga sekolah mempertimbangkan pembelajaran dari rumah (BDR) bagi sebagian siswa. 

SD Negeri Kokap memiliki 79 siswa, mayoritas dari dusun sekitar seperti Sangkre, Ngaseman, Tejogan, dan Samping. Sekolah berdiri di tepi tebing yang diperkuat talut, namun talut sudah retak dan pecah. 

Bangunan di bawah, termasuk aula koperasi dan eks kantor UPTD, berada sekitar 7–8 meter di bawah dan berisiko terdampak longsor. 

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) Kulon Progo, Nur Hadiyanto mengatakan tim sarana dan prasarana telah meninjau lokasi, dan masih menunggu laporan untuk menentukan langkah lanjutan. 

“Untuk SDN Kokap tadi tim sarpras Dikpora sudah langsung meninjau ke lapangan. Kami masih menunggu laporannya,” ujarnya.

 

 

Editor: Arief Sukaputra

 

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.