07 January 2026

Get In Touch

Trump Akui AS Lancarkan Serangan Militer ke Venezuela dan Tangkap Presiden Maduro

Asap mengepul dari ledakan di dekat Benteng Tiuna, zona militer saat pemadaman listrik total, karena meningkatnya ketegangan antara pemerintahan Amerika Serikat dan Venezuela di Caracas, Sabtu (3/1/2026). (foto:ist/Ant/Reuters)
Asap mengepul dari ledakan di dekat Benteng Tiuna, zona militer saat pemadaman listrik total, karena meningkatnya ketegangan antara pemerintahan Amerika Serikat dan Venezuela di Caracas, Sabtu (3/1/2026). (foto:ist/Ant/Reuters)

FLORIDA (Lentera) - Presiden AS, Donald Trump mengakui bahwa Amerika Serikat telah melancarkan serangan militer terhadap Venezuela, serta menangkap Presiden Nicolas Maduro.

"Amerika Serikat telah berhasil melancarkan serangan besar-besaran terhadap Venezuela," kata Trump di platform Truth Social merilis Antara, Sabtu (3/1/2026).

"Presiden Nicolas Maduro beserta istrinya telah ditangkap dan diterbangkan keluar dari negara itu," katanya, menambahkan.

Klaim Trump terkait penangkapan Maduro, belum dapat diverifikasi secara independen.

Trump mengatakan, akan ada konferensi pers tentang serangan itu di kediamannya di Mar-a-Lago, Florida, pada pukul 11.00 waktu setempat (23.00 WIB).

Rakyat Venezuela dikejutkan dengan sejumlah ledakan dahsyat di beberapa wilayah negara itu, pada Sabtu (3/1/2026) dini hari di tengah meningkatnya ketegangan dengan AS, diaporkan media setempat.

Dalam video yang beredar di media sosial menunjukkan, asap tebal terlihat di beberapa tempat di ibu kota Caracas dan sirene serangan udara terdengar.

Dilaporkan pula sedikitnya ada tujuh ledakan dan jet-jet tempur terlihat terbang rendah. Listrik padam di beberapa kawasan di Caracas, termasuk bagian selatan kota yang dekat dengan pangkalan militer utama.

Menteri Luar Negeri Venezuela, Yvan Gil mengecam keras, agresi militer AS terhadap negaranya, pada Sabtu.

Lewat unggahan di Telegram, ia menyatakan bahwa Republik Bolivarian Venezuela menolak dan mengutuk tindakan agresi militer terang-terangan oleh AS, terhadap wilayah dan rakyat Venezuela.

Presiden Maduro telah memerintahkan penerapan rencana pertahanan nasional secara penuh, dan mengaktifkan sistem pertahanan menyeluruh secepat mungkin untuk merespons serangan AS itu.

 

Editor: Arief Sukaputra

 

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.