07 January 2026

Get In Touch

Dedi Mulyadi Wajibkan Pemda hingga Desa/Kelurahan se-Jabar Posting Anggaran Belanja di Medsos

Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi. (foto:ist/Kompas.com)
Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi. (foto:ist/Kompas.com)

BANDUNG (Lentera) - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan seluruh pemerintah daerah hingga tingkat desa untuk membuka penggunaan anggaran secara transparan kepada publik, termasuk dana desa. 

Instruksi tersebut tertuang dalam surat edaran Pemerintah Provinsi Jawa Barat, yang akan diterbitkan dan ditujukan kepada bupati dan wali kota, camat, kepala desa, serta lurah di seluruh wilayah Jawa Barat. 

"Seluruh warga Jabar yang kami cintai, disampaikan bahwa pada hari ini pemerintah Provinsi Jawa Barat mengeluarkan surat edaran yang ditujukan untuk para bupati wali kota, para camat, para kepala desa, dan kepala kelurahan di seluruh Provinsi Jawa Barat," kata Dedi dikutip dari video instagram dan sudah dikonfirmasi Kompas.com dikutip, Senin (5/1/2026). 

Dalam surat edaran itu, Dedi mengatur kewajiban seluruh tingkatan pemerintahan untuk mengumumkan anggaran belanja secara terbuka, melalui media sosial. 

"Anggaran belanja pemerintah di semua tingkatan, baik di tingkat provinsi, kabupaten kota, kelurahan, dan desa, untuk diumumkan melalui jaringan media sosial, baik YouTube, Facebook, maupun Instagram, serta perangkat media sosial lainnya, agar diketahui publik secara terbuka," ungkap Dedi. 

Selain transparansi anggaran, Dedi juga mewajibkan setiap instansi pemerintah menyampaikan laporan capaian kinerja secara rutin setiap bulan. 

"Dalam setiap bulan, kita wajib untuk menyampaikan capaian kinerja pekerjaan yang dilakukan, sehingga publik bisa menilai kinerja dan merasakan apa yang kita lakukan dalam setiap waktu," terangnya. 

Menurutnya keterbukaan tersebut penting, karena seluruh anggaran yang dikelola pemerintah berasal dari pajak masyarakat di berbagai lapisan. 

"Kita harus memahami sepenuhnya bahwa uang yang kita kelola adalah uang yang bersumber dari pajak rakyat di semua tingkatan, baik masyarakat biasa, para pekerja atau buruh, karyawan, pegawai negeri, TNI, POLRI, maupun para pengusaha, dari mulai pengusaha UMKM sampai pengusaha besar," tutur Dedi. 

Mantan Bupati Purwakarta itu menekankan, tidak ada alternatif lain dalam menjalankan pembangunan selain dilakukan secara terbuka, transparan, dan akuntabel. 

"Untuk itu, tidak ada jalan bagi kita. Untuk mewujudkan tujuan pembangunan, agar terwujud pembangunan yang berkeadilan, pembangunan yang terbuka. Pembangunan yang transparan dan akuntabel adalah dengan cara membangun, menggunakan jaringan media sosial sebagai sarana untuk menjelaskan berbagai kebijakan yang diambil," beber Dedi. 

Dedi berharap, kebijakan tersebut dapat memperkuat pengawasan publik dan mendorong terwujudnya tata kelola pemerintahan yang lebih baik di Jawa Barat. 

"Semoga jalan ini menjadi jalan terang, mewujudkan Jawa Barat istimewa," pungkasnya.

 

 

Editor: Arief Sukaputra

 

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.