09 January 2026

Get In Touch

34 Mahasiswa ITS Korban Banjir Sumatera Mendapat Beasiswa

ILUSTRASI: Relawan ITS saat memberikan bantuan psikologis terhadap anak-anak korban terdampak bencana banjir di Sumatera
ILUSTRASI: Relawan ITS saat memberikan bantuan psikologis terhadap anak-anak korban terdampak bencana banjir di Sumatera

SURABAYA (Lentera) -Sebanya 34 mahasiswa yang terdampak banjir Sumatera mendapat bantuan beasiswa dan pendampingan dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya

Proses pendataan mahasiswa terdampak dilakukan melalui dua jalur, yakni penyebaran formulir kuesioner serta pendataan langsung oleh Direktorat Kemahasiswaan (Ditmawa) dan Direktorat Pendidikan Sarjana dan Pascasarjana (DPSP) ITS. 

Dari proses tersebut, tercatat sebanyak 148 mahasiswa teridentifikasi sebagai pihak yang terdampak. Data ini kemudian dikonfirmasi kembali melalui kepala departemen serta himpunan mahasiswa masing-masing.

Kepala Bagian Data dan Kesejahteraan Mahasiswa Ditmawa ITS Murdiono SKom MKom menjelaskan, berdasarkan hasil verifikasi, sebanyak 33 mahasiswa sarjana dan satu mahasiswa magister dinyatakan terdampak secara signifikan dan berhak menerima bantuan lanjutan. 

"Dalam hal ini, ITS memfasilitasi pengajuan skema bantuan biaya hidup kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Diktisaintek) sebesar Rp 1.250.000 per bulan selama tiga bulan," jelasnya, Rabu (7/1/2026).

Selain memfasilitasi pemberian bantuan biaya hidup, ITS juga mengajukan beberapa skema bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) selama satu semester ke depan. 

Menurut Murdiono, dari total 33 mahasiswa program sarjana yang terdampak, 14 di antaranya telah tercatat menerima beasiswa. “Sehingga, saat ini kami hanya mengajukan lima mahasiswa untuk mendapat bantuan dari pemerintah,” tuturnya.

Saat ini pihaknya telah berkoordinasi dengan Lembaga Pengelola Dana Abadi (LPDA) dan Ikatan Orang Tua Mahasiswa (Ikoma) ITS untuk pemberian bantuan terhadap mahasiswa terdampak lainnya. 

“Bahkan, dapat diupayakan hingga mahasiswa yang bersangkutan lulus apabila benar-benar berada dalam kondisi terdampak berat,” ungkapnya.

Selain bantuan finansial, ITS juga menyiapkan dukungan nonmaterial bagi mahasiswa terdampak seperti pendampingan psikologis dan pemenuhan kebutuhan akademik.

"Ini juga menjadi bagian dari komitmen ITS untuk memastikan mahasiswa tetap dapat menjalani perkuliahan dengan baik pascabencana," tutupnya.

Reporter: Amanah|Editor: Arifin BH

 

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.