MBG Diproyeksi Layani 82,9 Juta Porsi per Hari, Zulhas: Harus Diimbangi Produksi Pangan
MALANG (Lentera) -Program Makan Bergizi Gratis (MBG) diproyeksikan melayani hingga 82,9 juta porsi per hari pada akhir tahun ini. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, menegaskan lonjakan penerima manfaat tersebut harus diimbangi dengan peningkatan produksi pangan.
Terutama telur, ikan, dan sayuran, agar pasokan bahan baku di setiap dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tetap terjaga.
"Tahun ini dilipatgandakan produksi ikan, telur, terus juga sayur. Karena bayangkan kalau SPPG tahun ini penerimanya ada 82,9 juta orang. Nanti telur butuh 82,9 juta butir, perlu 82,9 juta potong ikan satu harinya, dan sayur 82,9 juta juga," ujar Zulhas, ditemui usai meninjau operasional SPPG Panggungrejo, Kepanjen, Kabupaten Malang, Kamis (12/2/2026).
Dijelaskannya, saat ini jumlah penerima manfaat MBG telah mencapai 55,1 juta orang. Proyeksi peningkatan hingga puluhan juta penerima baru itu, lanjutnya, harus dibarengi kesiapan pasokan bahan baku di lapangan.
Dalam hal ini, Zulhas menyebut pemerintah telah berupaya menjaga ketersediaan komoditas pangan. Dengan menyiapkan sejumlah strategi di sektor hulu. Di antaranya melalui pembentukan Kampung Nelayan Merah Putih untuk memperkuat sektor perikanan, serta pengembangan sistem bioflok.
"Untuk beras kita sudah swasembada. Terus ada bioflok, ini semua harus dipastikan," katanya.
Zulhas juga menyampaikan, dirinya mendapat tugas dari Presiden Prabowo Subianto untuk turun langsung ke lapangan selama satu pekan. Guna memastikan operasional SPPG berjalan baik dan sesuai ketentuan, khususnya di wilayah Jawa Timur.
"Saya akan cek penerima manfaat, anak-anak sekolah itu, untuk menanyakan pendapat mereka tentang MBG," ucapnya.
Dalam kesempatannya ini, Zulhas juga menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan lahan pertanian sebagai penopang utama pasokan pangan nasional. Pemerintah, katanya, tengah menyelesaikan penetapan lahan sawah dilindungi yang tidak boleh dialihfungsikan.
"Sawah itu tidak boleh lagi diubah-ubah. Kami sedang menyelesaikan lahan sawah berkelanjutan, tidak boleh dipergunakan untuk apa pun," tuturnya.
Selain meninjau SPPG Panggungrejo, kunjungan kerja Menko Pangan di Kabupaten Malang juga menyasar Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Desa Kedungpedaringan, Kecamatan Kepanjen.
Usai dari Kabupaten Malang, Zulhas dijadwalkan melanjutkan peninjauan serupa di wilayah Malang Raya lainnya, yakni Kota Malang dan Kota Batu, pada Jumat (13/2/2026).
Reporter: Santi Wahyu|Editor: Arifin BH





