SURABAYA (Lentera) – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menerima bantuan 2.000 paket sembako dari Yayasan Bhakti Persatuan bersama Perkumpulan Pengusaha Indonesia Tionghoa (PERPIT) Jawa Timur, Paguyuban Masyarakat Tionghoa Surabaya, dan Apindo Jawa Timur.
Bantuan tersebut diterima langsung Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi di lobi lantai 2 Balai Kota Surabaya, Jumat (27/2/2026).
Penyaluran bantuan sosial ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan kepedulian di bulan suci Ramadan, sekaligus memperkuat semangat gotong royong lintas komunitas di Kota Pahlawan.
Wali Kota Eri Cahyadi menyampaikan apresiasi, atas konsistensi dukungan Yayasan Bhakti Persatuan dan para pengusaha yang tergabung di dalamnya. Ia menyebut, bantuan tersebut diperuntukkan bagi warga Surabaya kategori prasejahtera yang masuk dalam desil 1 hingga 5.
“Alhamdulillah, matur nuwun kepada Yayasan Bhakti Persatuan bersama PERPIT, Paguyuban Masyarakat Tionghoa Surabaya, dan Apindo yang telah menyalurkan 2.000 paket sembako. Bantuan ini kami terima untuk kemudian disalurkan kepada warga desil 1 sampai 5,” kata Eri.
Menurutnya, dukungan tersebut bukan kali pertama diberikan. Sejak 2021, yayasan dan komunitas pengusaha tersebut dinilai konsisten membantu masyarakat Surabaya yang membutuhkan.
“Ini menunjukkan kuatnya nilai-nilai Pancasila dan semangat gotong royong di Surabaya. Kami mewakili jajaran Pemkot dan seluruh warga menyampaikan terima kasih atas kepedulian ini,” tuturnya.
Eri juga menekankan, kontribusi pelaku usaha di Surabaya tidak hanya melalui bantuan sosial, tetapi juga melalui pembayaran pajak dan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang mendukung berbagai program prioritas pemerintah kota, seperti sekolah gratis, pendidikan gratis, serta perbaikan rumah tidak layak huni.
Ia menilai, kolaborasi tersebut menjadi wujud toleransi dan persaudaraan lintas agama yang nyata. “Meski tidak semuanya beragama Muslim, mereka tetap membantu warga Muslim yang menjalankan ibadah puasa dan bersiap menyambut Idulfitri. Ini contoh nyata kepedulian lintas keyakinan,” tambahnya.
Terkait mekanisme distribusi, Pemkot Surabaya akan melakukan verifikasi data agar bantuan tepat sasaran. Penyaluran ditargetkan berlangsung dalam dua hingga tiga hari ke depan.
“Kami pastikan warga desil 1 sampai 5 yang sudah menerima bantuan sebelumnya tidak menerima kembali, sehingga bisa menjangkau lebih banyak warga. Tahap awal diprioritaskan untuk desil 1, kemudian desil 2, dan seterusnya sesuai kebutuhan,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Umum Yayasan Bhakti Persatuan, Hermawan Santoso mengatakan, kegiatan bakti sosial tersebut merupakan agenda rutin tahunan yang terus dijaga konsistensinya sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat.
"Untuk pendistribusian bantuan sepenuhnya kami percayakan kepada Pemkot Surabaya agar tepat sasaran, khususnya menjelang Idulfitri ketika kebutuhan masyarakat cenderung meningkat," ucapnya.
Adapun isi setiap paket sembako meliputi beras 5 kilogram, gula 1 kilogram, minyak goreng 1 kilogram, garam 500 gram, kopi, mi instan, sabun, serta kebutuhan pokok lainnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Yayasan Masjid Cheng Hoo Surabaya, Nur Awi menyebut kolaborasi sosial ini merupakan bagian dari gerakan kepedulian yang lebih luas dan berkelanjutan. Ia menyampaikan, total bantuan yang disalurkan tahun ini mencapai sekitar 10.000 paket sembako melalui berbagai instansi.
Selain Pemkot Surabaya, bantuan juga didistribusikan ke sejumlah lembaga dan organisasi, di antaranya Polda Jawa Timur, Kodam V/Brawijaya, Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, Majelis Ulama Indonesia, GP Ansor, hingga Polrestabes Surabaya.
“Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban warga yang membutuhkan sekaligus memperkuat sinergi antara masyarakat dan pemerintah,” pungkasnya.
Reporter: Amanah/Editor: Ais






