01 March 2026

Get In Touch

Pemkot Surabaya Siapkan Skema Pembayaran Parkir Tepi Jalan Berupa Voucher

Dishub Surabaya menunjukkan Voucher Parkir Suroboyo
Dishub Surabaya menunjukkan Voucher Parkir Suroboyo

SURABAYA (Lentera) -Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya membuka sistem pembayaran parkir non-tunai melalui inovasi baru “Voucher Parkir Suroboyo”. 

Program ini segera diluncurkan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya menjadi alternatif pembayaran digital di seluruh titik Parkir Tepi Jalan Umum (TJU) di Kota Pahlawan.

Langkah tersebut diambil untuk meningkatkan transparansi, efektivitas, dan akuntabilitas pengelolaan retribusi parkir, sekaligus meminimalkan potensi kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dishub Surabaya, Trio Wahyu Bowo, menjelaskan konsep voucher sebenarnya telah diuji coba secara terbatas pada awal 2024 di sejumlah lokasi parkir yang dijaga langsung oleh petugas Dishub. 

Hasil uji coba tersebut dinilai cukup positif, sehingga kini pemkot memutuskan untuk memperluas implementasinya ke seluruh titik TJU di Surabaya.

“Voucher Parkir Suroboyo ini nantinya dapat digunakan oleh seluruh warga di seluruh titik parkir tepi jalan umum di Surabaya,” jelas Trio, Sabtu (28/2/2026).

Untuk memudahkan masyarakat, Pemkot Surabaya menggandeng berbagai gerai minimarket dan toko modern sebagai titik penjualan voucher. Masyarakat dapat membeli voucher terlebih dahulu dan menyimpannya untuk digunakan saat melakukan pembayaran parkir.

Adapun tarif voucher disesuaikan dengan ketentuan retribusi parkir yang berlaku, yakni Rp2.000 untuk sepeda motor dan Rp5.000 untuk mobil. Saat parkir, pengguna jasa parkir cukup menyerahkan lembar voucher kepada petugas sebagai bukti pembayaran.

“Tujuan kami untuk memudahkan masyarakat Kota Surabaya. Silakan membeli voucher di awal, kemudian bisa digunakan kapan saja saat melakukan transaksi parkir di tepi jalan umum,” tuturnya.

Tidak hanya sebagai alat pembayaran, Pemkot juga menyiapkan berbagai program promo dan diskon khusus bagi warga yang menggunakan Voucher Parkir Suroboyo. Strategi ini diharapkan dapat mendorong peralihan dari transaksi tunai ke sistem non-tunai.

Selain voucher, metode pembayaran parkir di Surabaya saat ini juga telah mendukung sistem digital lainnya, seperti QRIS serta kartu uang elektronik (e-money/e-toll). Dengan beragam pilihan tersebut, masyarakat diharapkan semakin nyaman dan percaya terhadap sistem parkir yang lebih transparan.

Trio mengungkapkan, seluruh transaksi non-tunai akan tercatat secara digital sehingga memastikan uang retribusi benar-benar masuk ke kas daerah dan dapat dimanfaatkan kembali untuk pembangunan infrastruktur serta fasilitas publik di Kota Surabaya.

“Dengan berbagai pilihan transaksi ini, kami berharap masyarakat merasa nyaman, percaya, dan tidak ada lagi persoalan transparansi maupun ketidaktepatan tarif retribusi parkir,” pungkasnya.

Reporter: Amanah|Editor: Arifin BH

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.