14 March 2026

Get In Touch

Pemerintah Dorong Percepatan Pengembangan Kawasan Batam

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, memberikans selamat pada sejumlah Anggota/Deputi di Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam yang baru dilantik pada Jumat (13/3/2026).
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, memberikans selamat pada sejumlah Anggota/Deputi di Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam yang baru dilantik pada Jumat (13/3/2026).

BATAM (Lentera)  – Pemerintah mendorong percepatan pengembangan kawasan Batam agar semakin kompetitif di tengah dinamika ekonomi global. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, saat melantik sejumlah Anggota/Deputi di Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam pada Jumat (13/3/2026).

Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari penyesuaian strategi dan kebijakan pengelolaan kawasan Batam guna memperkuat efektivitas pelaksanaan program sekaligus mendorong kawasan tersebut menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang berdaya saing.

Dalam pelantikan tersebut, Syarlin Joyo dilantik sebagai Deputi Bidang Pengelolaan Kawasan, Fary Djemy Francis sebagai Deputi Bidang Investasi, serta Denny Tondano sebagai Deputi Bidang Pengusahaan.

Menko Perekonomian menegaskan bahwa pengelolaan kawasan harus dilakukan dengan tata kelola yang efisien, cepat, transparan, dan akuntabel agar memberikan kepastian bagi para pelaku usaha.

“Diperlukan tata kelola pengusahaan yang efisien, cepat, transparan, dan akuntabel. Sehingga dengan demikian para pelaku usaha merasa nyaman dan mendapatkan kepastian dalam berusaha di Batam,” jelas Airlangga dalam keterangan tertulis pada Jumat (13/3/2026).

Ia juga menyampaikan arahan dari Prabowo Subianto untuk mendorong Batam agar mampu bersaing dengan kawasan industri di negara lain. Target tersebut diharapkan tercermin dari peningkatan pertumbuhan ekonomi yang melampaui rata-rata regional atau provinsi, meningkatnya investasi, penyerapan tenaga kerja baru, serta pembangunan infrastruktur kawasan berstandar internasional.

Pemerintah, lanjutnya, juga menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung pengembangan Batam melalui penguatan regulasi, termasuk perubahan empat Peraturan Pemerintah serta berbagai regulasi pendukung lainnya. Selain itu, kementerian dan lembaga terkait juga diminta memberikan dukungan kepada BP Batam agar proses perizinan berusaha dapat dilakukan secara lebih terintegrasi dan efisien.

Ke depan, pemerintah juga mendorong BP Batam memanfaatkan berbagai peluang investasi yang tersedia, termasuk menindaklanjuti sejumlah komitmen investasi yang telah disepakati seperti pengembangan industri semikonduktor. Langkah ini dinilai penting untuk mendorong realisasi investasi sekaligus mendukung transformasi ekonomi Indonesia yang semakin berbasis pada teknologi dan informasi.

“Dengan semangat kerja sama tidak hanya dalam internal tetapi juga dengan seluruh stakeholders di Batam, saya yakin Batam akan dapat menjadi daerah pengembangan industri dan wisata serta tujuan investasi,” pungkas Airlangga.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut di antaranya Wali Kota Batam yang juga menjabat sebagai Kepala BP Batam, Wakil Wali Kota Batam selaku Wakil Kepala BP Batam, pejabat eselon I di lingkungan Kemenko Perekonomian, serta para Anggota dan Deputi BP Batam. (*)

 

Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.