20 April 2026

Get In Touch

Kampung KB Kelurahan Ketami Kota Kediri Masuk 3 Besar Jatim

Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati (dua dari kanan) saat meninjau Kampung KB Kelurahan Ketami.
Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati (dua dari kanan) saat meninjau Kampung KB Kelurahan Ketami.

KEDIRI (Lentera) - Prestasi membanggakan diraih Kota Kediri pada tahap awal penilaian Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB), Kelurahan Ketami berhasil masuk dalam tiga besar ajang Penguatan Kampung KB Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2026 bersama Kota Probolinggo dan Surabaya.

Capaian ini diraih, setelah melalui tahap desk audit yang dilakukan oleh tim juri provinsi. Selanjutnya, Kota Kediri akan melanjutkan ke tahap wawancara sebagai bagian dari proses penilaian lanjutan.

Berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan, tahap wawancara akan dilaksanakan secara daring pada 24 April 2026. Tahapan ini menjadi momen penting, untuk memverifikasi hasil desk audit sekaligus menilai secara langsung kesiapan dan pemaparan Kampung KB Ketami di hadapan tim juri.

Dalam proses wawancara tersebut akan dihadirkan sejumlah pihak terkait, di antaranya kepala desa/lurah, penyuluh KB pembina, Pokja Kampung KB, serta mitra kerja lintas sektor.

Kepala DP3AP2KB Kota Kediri, M. Fajri Mubasysyr mengungkapkan keberhasilan ini tidak lepas dari berbagai potensi yang dimiliki Kelurahan Ketami, dalam mendukung terwujudnya keluarga berkualitas menuju Generasi Emas 2045.

“Ketami memiliki banyak potensi, sebagai kelurahan yang bisa mendukung terwujudnya penduduk berkualitas menuju Generasi Emas 2045,” ujarnya, Minggu (19/4/2026).

Ia menjelaskan, kekuatan utama Kampung KB Ketami terletak pada keterlibatan aktif masyarakat. Berbagai kegiatan positif terus digalakkan untuk mendorong pola hidup sehat, didukung kader yang aktif dalam pembinaan dan pendampingan keluarga mulai dari masa kehamilan hingga lanjut usia melalui program BKB, BKR, dan BKL.

"Upaya pencegahan stunting juga menjadi perhatian utama melalui program Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT), yang menyediakan pemberian makanan tambahan bagi balita serta edukasi rutin bagi calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, hingga ibu dengan anak di bawah dua tahun," jelasnya.

Tak hanya itu, pemberdayaan ekonomi masyarakat juga diperkuat melalui berbagai usaha berbasis komunitas, seperti budidaya ikan, peternakan, hingga pengolahan pangan sehat. Seluruh program ini didukung oleh sinergi lintas sektor, mulai dari kelurahan, kecamatan, hingga berbagai perangkat daerah terkait.

Menghadapi tahap wawancara, Pemerintah Kota Kediri melakukan sejumlah persiapan, di antaranya penyempurnaan profil Kampung KB berbasis website, penguatan dokumentasi kegiatan, serta pendampingan kepada Pokja Kampung KB dalam menyampaikan materi kepada tim juri.

Lebih lanjut, M. Fajri Mubasysyr menegaskan, bahwa Kampung KB merupakan wujud kolaborasi lintas sektor yang bertujuan membangun keluarga berkualitas.

“Kampung Keluarga Berkualitas adalah aksi keterpaduan berbagai program yang disinergikan lintas sektor. Kunci utamanya adalah persatuan, kerukunan, dan gotong royong di tengah masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Lurah Ketami, Yusuf Iswanto menerangkan capaian ini menjadi motivasi, untuk terus memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat.

“Selama ini kami selalu berupaya dan bersinergi bersama warga. Bagi kami, Kampung Keluarga Berkualitas bukan sekadar gelar, tetapi harus menjadi upaya nyata dalam mewujudkan lingkungan keluarga yang benar-benar berkualitas,” terangnya.

Ia juga menambahkan, bahwa keterlibatan aktif masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga keberlanjutan program yang telah berjalan.

“Semoga di tahapan berikutnya diberikan kelancaran dan mendapatkan hasil yang terbaik,” imbuhnya.

 

 

Reporter: Ais/Editor: Arief Sukaputra

 

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.