24 May 2026

Get In Touch

BPDP dan Politeknik LPP Gelar Workshop UMKM Semarang untuk Akselerasi Produk Perkebunan

Pelaksanaan Workshop Produk UMKM Berbahan Komoditas Perkebunan di Auditorium Kampus II Universitas Wahid Hasyim pada 20–21 Mei 2026 .
Pelaksanaan Workshop Produk UMKM Berbahan Komoditas Perkebunan di Auditorium Kampus II Universitas Wahid Hasyim pada 20–21 Mei 2026 .

SEMARANG (Lentera) – Upaya mendorong penguatan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) berbasis komoditas perkebunan terus digencarkan. Politeknik LPP bersama Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) menggelar Workshop Produk UMKM Berbahan Komoditas Perkebunan pada 20–21 Mei 2026 di Auditorium Kampus II Universitas Wahid Hasyim. Kegiatan tersebut diikuti 100 peserta yang terdiri dari mahasiswa Agribisnis dan pelaku UKM Kota Semarang.

Workshop ini menjadi wadah kolaborasi antara dunia pendidikan dan pelaku usaha untuk menggali peluang pengembangan produk berbasis hasil perkebunan seperti sawit, kelapa, kakao hingga limbah perkebunan. Peserta diajak memahami bagaimana komoditas tersebut dapat diolah menjadi produk kreatif bernilai ekonomi tinggi.

Direktur Politeknik LPP, M. Mustangin, mengatakan sektor perkebunan tidak hanya memiliki nilai pada sisi budidaya dan industri besar, tetapi juga berpotensi melahirkan produk inovatif yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Komoditas perkebunan dapat menjadi sumber inspirasi produk kreatif yang memiliki nilai tambah ekonomi. Melalui workshop ini kami ingin peserta mampu mengembangkan ide usaha yang aplikatif dan berdaya saing,” ujarnya Rabu (20/5/2026).

Sementara itu, Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan yang diwakili Tim Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UKM, Anwar Sadad, menegaskan BPDP terus mendorong hilirisasi sektor perkebunan melalui penguatan sumber daya manusia dan UMKM.

Menurutnya, produk turunan berbahan perkebunan memiliki peluang pasar besar apabila dikelola secara inovatif. “Dukungan terhadap UKM menjadi bagian penting agar manfaat sektor perkebunan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” katanya.

Kegiatan tersebut secara resmi dibuka Rektor Universitas Wahid Hasyim, Helmy Purwanto. Ia menilai sinergi antara perguruan tinggi, lembaga pendidikan vokasi, dan BPDP menjadi langkah positif dalam memperkuat ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.

“UKM terbukti menjadi sektor yang mampu bertahan di tengah goncangan ekonomi. Karena itu penguatan kapasitas pelaku usaha berbasis komoditas lokal menjadi langkah strategis untuk menciptakan ekonomi yang lebih tangguh dan berkelanjutan,” ujarnya.

Sementara itu, dalam sesi materi, dosen Agribisnis UNWAHAS, Edi Gunawan memaparkan potensi pengembangan produk berbahan sawit, kelapa, dan kakao. Ia menjelaskan ketiga komoditas tersebut dapat diolah menjadi berbagai produk pangan, kosmetik, hingga kerajinan kreatif.

Selain itu, praktisi digital promotion Muhammad Anik menekankan pentingnya strategi pemasaran digital bagi pelaku UMKM agar produk mampu menjangkau pasar lebih luas melalui media sosial dan penguatan identitas merek.

Adapun narasumber dari Politeknik LPP, Azhari Rizal, membahas pemanfaatan limbah sawit menjadi produk bernilai ekonomi. Menurutnya, pengolahan limbah perkebunan tidak hanya membuka peluang usaha baru, tetapi juga mendukung konsep ekonomi sirkular dan keberlanjutan lingkungan.

Diskusi berlangsung interaktif dengan pendampingan Tim UMKM Politeknik LPP. Peserta aktif menyampaikan ide usaha dan berdiskusi mengenai peluang pengembangan produk berbahan komoditas perkebunan maupun limbah turunannya.

Mahasiswa Agribisnis UNWAHAS mengaku workshop tersebut membuka wawasan baru terkait potensi bisnis sektor perkebunan. Sementara pelaku UKM Kota Semarang menilai materi yang diberikan sangat aplikatif dan relevan dengan kebutuhan usaha kecil.

Melalui kegiatan ini, Politeknik LPP, BPDP, dan UNWAHAS berharap lahir lebih banyak inovasi produk UMKM berbasis komoditas perkebunan yang mampu meningkatkan daya saing sekaligus memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat. (*)

Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.