22 May 2026

Get In Touch

Gubernur Khofifah Lepas Kloter Terakhir Jemaah Haji Embarkasi Surabaya, Sampaikan Doa dan Harapan

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyapa jemaah Haji Embarkasi Surabaya Tahun 1447 H/2026 M di Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Kamis (21/5/2026).
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyapa jemaah Haji Embarkasi Surabaya Tahun 1447 H/2026 M di Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Kamis (21/5/2026).

SURABAYA (Lentera) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa secara resmi melepas kelompok terbang (kloter) 116 yang menjadi kloter terakhir jemaah haji Embarkasi Surabaya Tahun 1447 H/2026 M di Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Kamis (21/5/2026).

Sebanyak 370 jemaah diberangkatkan pada kloter terakhir ini, terdiri dari 163 jemaah laki-laki dan 207 jemaah perempuan. Para jemaah didampingi oleh 4 petugas kloter, 2 Petugas Haji Daerah (PHD), serta 3 petugas Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), sehingga total rombongan mencapai 379 orang.

Dalam kesempatan ini, Gubernur Khofifah menyampaikan doa dan harapan agar seluruh jemaah diberikan kesehatan, kelancaran ibadah, serta kembali ke tanah air dengan predikat haji mabrur.

"Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, kloter terakhir Embarkasi Surabaya, kloter ke-116 Tahun 1447 Hijriah secara resmi saya lepas," ujarnya.

"Semoga panjenengan semua diparingi kesehatan, ibadahnya lancar, kembali ke tanah air dengan selamat serta menjadi haji yang mabrur," imbuhnya.

Pada kloter terakhir ini, jemaah tertua tercatat atas nama Raminten Murtomo Singo Dimejo asal Kabupaten Sidoarjo yang berusia 86 tahun. Sedangkan jemaah termuda adalah Mohammad Akbar Kurniawan asal Kota Surabaya yang berusia 21 tahun.

Khofifah menjelaskan, Embarkasi Surabaya tahun ini memberangkatkan total 116 kloter dengan jumlah 44.080 jemaah dan petugas. Jumlah tersebut terdiri atas 42.109 jemaah, 464 petugas kloter, PHD sebanyak 162 orang, dan PIH KBIHU sebanyak 140 orang.

"Jadi jemaah yang kita berangkatkan dari Embarkasi Surabaya adalah yang terbanyak dari seluruh provinsi di Indonesia. Kalau dulu paling banyak Jawa Barat karena jumlah penduduknya paling banyak, sekarang Jawa Timur mendapatkan tambahan 8.000 jemaah haji berdasarkan Undang-Undang Haji karena antreannya paling panjang," katanya.

Pada kesempatan ini,  Khofifah juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam penyelenggaraan ibadah haji Embarkasi Surabaya, mulai dari proses pelayanan di asrama haji hingga pemberangkatan jemaah menuju Tanah Suci.

"Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Timur, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah haji sejak proses keberangkatan hingga nanti kembali ke tanah air," ucapnya.

Selain itu, Gubernur Khofifah turut menyampaikan do'a  atas jemaah  yang tertunda keberangkatannya karena alasan kesehatan. Semoga lekas sehat seperti semula. 

“Hingga saat ini terdapat 38 orang jemaah haji yang menunda keberangkatan karena kondisi kesehatan, dan  turut berduka cita atas wafatnya 13 orang jemaah haji di Arab Saudi," katanya.

Gubernur Khofifah pun mengimbau seluruh jemaah agar senantiasa menjaga kesehatan, menjaga kekhusyukan ibadah, serta menaati seluruh ketentuan selama berada di Tanah Suci.

“Kita tentu berharap semuanya dalam menjalankan ibadah haji diparingi kesehatan. Yang haji sehat, keluarga yang ditinggalkan sehat, semuanya diberi keselamatan dan keberkahan," ucapnya.

"Mohon dido'akan semoga  Indonesia aman damai, mudah-mudahan Jawa Timur aman damai, Surabaya dan Sidoarjo khususnya aman damai," pungkasnya. (*)

Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.