BANGKALAN (Lentera) - Atap teras bangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Pengeleyan, Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Bangkalan, Madura rusak hingga terjatuh, sebelum bangunan itu beroperasi.
Atap teras yang terjatuh itu, diduga akibat rangka besi atap tersebut tidak kuat menyangga. Salah satu warga Desa Pangeleyan berinisial, E mengatakan kerusakan itu terjadi diduga akibat material atap yang kurang kokoh.
Ia menilai, baut yang dipasang antara besi dan dinding kurang panjang sehingga tidak bisa menyanggah dengan kuat.
"Material penyanggahnya juga kurang, intinya bahannya kurang bagus semua," ungkapnya mengutip Kompas.com, Senin (25/5/2026).
Pekerja bagian pembesian di bangunan tersebut, Abdul Fani mengatakan semula pemasangan berjalan normal. Namun, setelah beberapa bulan dipasang, atap teras gedung koperasi itu jatuh.
"Kejadiannya tadi pagi," ucapnya.
Ia menuding, material yang digunakan untuk mengecor bangunan tidak kuat, sehingga tidak bisa menopang beban atap yang berat.
"Langsung kami tindaklanjuti, mau saya bor lebih dalam biar lebih kuat. Kira-kira tiga hari nanti selesai," imbuhnya.
Terpisah, Komandan Kodim 0829/Bangkalan, Letkol Inf Nanang Fahrur Rozi mengatakan kerusakan itu terjadi akibat faktor alam di lokasi gedung itu berdiri.
"Itu lokasi pinggir jalan, kena getaran. Lalu intensitas hujan dan angin. Saat ini tim sudah di lokasi," katanya.
Sementara itu, Kepala Desa Pangeleyan, Zaiqulhak Alfarisi menyayangkan adanya kejadian tersebut. Apalagi, KDMP menjadi salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang seharusnya pengerjaan dilakukan secara maksimal, dengan bahan sesuai yang telah ditetapkan.
Tak hanya itu, ia juga khawatir jika kerusakan berulang. Apalagi, material yang digunakan pada atap teras yang rusak itu sama dengan material pada atap di seluruh bangunan.
"Ini untung kejadiannya sebelum koperasi ini beroperasi. Saya cuma khawatir jika ini terjadi ketika sudah beroperasi, warga kami yang jadi korban, baik itu pembeli maupun petugas koperasinya nanti," jelasnya.
Ia meminta, agar perbaikan atap teras tersebut bisa menggunakan material yang lebih bagus. Sebab, menurutnya, material tersebut rentan rusak.
"Saya sudah pernah ingatkan saat awal pemasangan, kalau materialnya seperti itu cepat rusak tapi tidak digubris. Sekarang saya minta agar pelaksana ini mengganti material atap teras ke yang lebih bagus. Saya enggak mau nanti warga saya jadi korban," pungkasnya.
Kontraktor proyek, Chairul Rohman belum merespons saat akan dikonfirmasi mengenai kerusakan tersebut, bahkan tidak mengangkat telepon saat dihubungi.
Diketahui, bangunan KDMP di Desa Pangeleyan itu rencananya akan dibuka sebagai toko retail untuk menjual sembako dan kebutuhan masyarakat. Namun, meski sudah rampung dibangun, koperasi itu masih belum beroperasi hingga hari ini.
Editor: Arief Sukaputra




