03 June 2026

Get In Touch

BPBD Madiun Siagakan Tandon Air Hadapi Ancaman Kekeringan Dampak El Nino

Personel BPBD Kabupaten Madiun memeriksa kesiapan tandon air yang akan digunakan untuk mendukung distribusi air bersih di wilayah terdampak kekeringan selama musim kemarau 2026.
Personel BPBD Kabupaten Madiun memeriksa kesiapan tandon air yang akan digunakan untuk mendukung distribusi air bersih di wilayah terdampak kekeringan selama musim kemarau 2026.

MADIUN (Lentera) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madiun mulai meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kemarau panjang, yang diperkirakan berlangsung pada Juni hingga Oktober 2026. 

Ancaman fenomena El Nino yang berpotensi memicu kekeringan di sejumlah wilayah, menjadi fokus utama mitigasi tahun ini.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Madiun, Boby Saktia Putra Lubis mengatakan pihaknya telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi mulai dari sosialisasi, pemetaan wilayah rawan kekeringan hingga penyediaan tandon air bersih.

“Kami sudah menginstruksikan seluruh jajaran BPBD untuk meningkatkan kewaspadaan. Dalam waktu dekat akan dilakukan sosialisasi ke desa-desa yang berpotensi terdampak musim kemarau,” ujar Boby, Selasa (2/6/2026).

BPBD juga telah menyusun peta kerawanan kekeringan, sebagai dasar penentuan langkah mitigasi. Berdasarkan data tersebut, surat edaran akan dikirimkan kepada seluruh kecamatan agar segera melaporkan apabila muncul indikasi kekeringan di wilayah masing-masing.

Menurut Boby, pelaporan dini sangat penting agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat sebelum krisis air bersih terjadi.

Selain itu, BPBD akan melakukan pemetaan dan pengambilan sampel di desa-desa yang masuk kategori rawan kekeringan. Wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi akan menjadi prioritas dalam program edukasi dan pengelolaan sumber daya air.

Ia menjelaskan, pengalaman musim kemarau sebelumnya menunjukkan masih tingginya konsumsi air masyarakat saat debit sumber air mulai menurun. Kondisi tersebut pernah terjadi di Desa Sirapan dan Desa Bodag yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih.

“Kami mengimbau masyarakat menggunakan air secara lebih bijak selama musim kemarau. Penggunaan air untuk kebutuhan yang tidak mendesak sebaiknya dikurangi agar kebutuhan pokok rumah tangga tetap terpenuhi,” katanya.

Sebagai langkah antisipasi, BPBD Kabupaten Madiun telah menyiapkan delapan unit tandon air berkapasitas 2.000 liter. Tandon tersebut akan ditempatkan di wilayah yang mengalami kekurangan air bersih dan diisi melalui kerja sama dengan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).

“Apabila ada desa yang mengalami kekurangan air bersih, kami akan menempatkan tandon dan berkoordinasi dengan PDAM untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujar Boby.

BPBD memastikan, seluruh sarana yang tersedia dalam kondisi siap digunakan sewaktu-waktu guna mendukung penanganan dampak kekeringan selama musim kemarau 2026.

 

Reporter: Wiwiet Eko Prasetyo/Editor: Ais 

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.