03 June 2026

Get In Touch

Mas Dhito Berikan Bantuan Usaha dan Perbaiki Rumah Lansia di Puncu Kediri

Mbah Mari (baju putih) saat menerima kedatangan bantuan rombong kontainer dari Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana di rumahnya, Selasa (2/6/2026).
Mbah Mari (baju putih) saat menerima kedatangan bantuan rombong kontainer dari Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana di rumahnya, Selasa (2/6/2026).

KEDIRI (Lentera) - Wajah Mbah Mari (61) warga Dusun Ringinbagus, Desa Manggis, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri terlihat bahagia, setelah menerima bantuan usaha dan rumahnya diperbaiki oleh Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana.

Mbah Mari yang biasanya hidup dari mencari sayuran liar di hutan untuk dijual, harus berjuang melawan usia dan kekuatan fisiknya. Padahal lansia berusia 61 tahun itu, harus menghidupi anak dan cucunya yang berkebutuhan khusus atau difabel. 

"Musim kemarau, biasanya sayuran satu minggu bisa diambil dua kali hanya bisa satu kali, itu saja tidak banyak," tuturnya, Selasa (2/6/2026).

Ditengah keterbatasan yang ada, harapan datang menghampiri. Perwakilan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Kediri menemui Mbah Mari di rumahnya, pada Selasa (2/6/2026) siang.

Kedatangan perwakilan Dinas Kopusmik Kabupaten Kediri ini, menindaklanjuti kunjungan Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana atau Mas Dhito, pada 5 Mei 2026 lalu. 

Supaya dapat tetap bekerja dan menambah penghasilan, Mbah Mari diberikan bantuan usaha rombong kontainer untuk jualan es teh.

Bantuan yang diterima itu pun membawa kebahagiaan bagi Mbah Mari, bersyukur akhirnya ada harapan yang dapat diandalkan untuk membantu memenuhi kebutuhan hidup kesehariannya.

Rencananya Mbah Mari akan berjualan es teh dan kopi di depan rumah, dengan dibantu anak gadisnya, Niha (19) yang baru saja lulus sekolah.

Sebab, setiap harinya Mbah Mari juga harus mengurus cucunya, Muhammad Alza Octaviana (12), yang sekolah di SLB PGRI Puncu.

"Mudah-mudahan usaha saya bisa lancar dan nantinya bisa berkembang," doanya.

Diakui Mbah Mari, selain tanaman sayuran liar yang sulit didapat ketika musim kemarau, kondisinya yang semakin menua juga menjadi keterbatasan untuk terus terusan ke hutan. 

Dia optimis, jualan es teh dan kopi bakal jalan di lingkungannya yang padat penduduk. 

Bantuan yang diterima Mbah Mari, tak hanya rombong kontainer beserta perlengkapan dan bahan minuman. Setelah didatangi Mas Dhito, rumah Mbah Mari pun direnovasi, atap diganti mengunakan material baja ringan. Bagian dinding rumah pun kini sedikit ditinggikan, sehingga terasa lebih nyaman.

"Kayu-kayunya itu dulu sudah lapuk, gentengnya berantakan jadi kalau hujan bocor. Apalagi ada angin, air masuk semua seperti tidak di dalam rumah, bingung saya. Alhamdulilah dibantu dari Pak Dhito," terangnya.

Mbah Mari mengaku, sangat bersyukur kedatangan Mas Dhito ke rumahnya sebulan lalu, telah membawa kebahagiaan dan harapan baru bagi keluarganya imbuhnya.

 

Reporter: Ais/Editor: Arief Sukaputra

 

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.