TRENGGALEK (Lentera) – Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di Kabupaten Trenggalek tidak hanya diisi dengan aksi bersih-bersih lingkungan, tetapi juga gerakan pemilahan sampah yang bernilai ekonomi.
Puluhan ASN di lingkungan Sekretariat Daerah (Setda) Trenggalek turun langsung membersihkan kawasan Pendopo Manggala Praja Nugraha sambil mengumpulkan botol plastik, kardus bekas, dan minyak jelantah sebagai upaya membangun budaya pengelolaan sampah sejak dari sumbernya.
Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (5/6/2026) itu dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Trenggalek, Edy Soepriyanto. Fokus kerja bakti diarahkan pada pembersihan trotoar, jalan lingkar pendopo, serta sejumlah fasilitas umum yang dipenuhi sampah dan rumput liar.
Selain membersihkan lingkungan, para peserta juga memilah sampah yang ditemukan berdasarkan kategorinya, yakni sampah organik, anorganik, dan residu. Langkah tersebut dilakukan untuk mendukung pengelolaan sampah yang lebih efektif sekaligus mengurangi beban sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir.
Sekda Trenggalek, Edy Soepriyanto mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
"Hari ini kita melaksanakan kerja bakti di kawasan Pendopo Manggala Praja Nugraha dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2026," kata Edy.
Menurutnya, kerja bakti tidak hanya bertujuan menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman, tetapi juga memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya memilah sampah.
"Kami membersihkan jalan dan fasilitas umum dari berbagai jenis sampah yang berasal dari aktivitas masyarakat. Setelah itu, sampah yang terkumpul dipilah sesuai jenisnya agar dapat dikelola dengan lebih baik," ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, ASN Setda juga mengumpulkan sampah anorganik seperti botol plastik dan kardus bekas, serta minyak jelantah yang masih memiliki nilai guna. Kegiatan tersebut sekaligus mendukung program pemerintah daerah untuk mendorong masyarakat menjadikan sampah sebagai sumber nilai ekonomi.
Namun demikian, Edy mengaku, masih menemukan sejumlah titik yang dipenuhi tumpukan sampah, terutama di sekitar area pedagang kaki lima di kawasan pendopo.
"Saat kerja bakti berlangsung, masih ditemukan sampah yang menumpuk di sela-sela trotoar maupun area sekitar tempat pedagang berjualan. Ini menjadi perhatian bersama agar kesadaran menjaga kebersihan terus ditingkatkan," ungkapnya.
Ia mengajak, seluruh masyarakat untuk mengambil peran dalam menjaga lingkungan, dimulai dari kebiasaan sederhana seperti membuang dan memilah sampah dengan benar.
"Kalau kita menjaga alam dan lingkungan sekitar, maka alam juga akan memberikan manfaat dan menjaga kehidupan kita," tegas Edy.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Trenggalek, Cusi Kurniawati menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Menteri Lingkungan Hidup Nomor 09 Tahun 2026 tentang Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia.
"Surat edaran ini menekankan pentingnya aksi bersama dalam menghadapi krisis lingkungan dan perubahan iklim yang saat ini menjadi tantangan global," ujar Cusi.
Dengan mengusung tema global Now For Climate atau Saatnya Bekerja untuk Iklim, menurut Cusi, peringatan Hari Lingkungan Hidup tahun ini menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran masyarakat terhadap ancaman perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan persoalan pencemaran.
"Gerakan ini tidak boleh berhenti pada kegiatan simbolis saja, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata yang dilakukan secara berkelanjutan oleh pemerintah, dunia usaha, maupun masyarakat," katanya.
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Trenggalek juga menggelar kerja bakti serentak di seluruh OPD, desa dan kelurahan, BUMD, hingga sekolah-sekolah. Selanjutnya, pemerintah daerah akan mengikuti peringatan Hari Lingkungan Hidup tingkat nasional yang ditandai dengan peluncuran Gerakan Indonesia Asri.
"Melalui kegiatan ini kami berharap semangat menjaga lingkungan dapat tumbuh menjadi budaya bersama di tengah masyarakat," pungkasnya.






