09 June 2026

Get In Touch

Prabowo Akan Lantik Said Iqbal dan Kepala BGN Baru

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi. (Sekretariat Negara)
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi. (Sekretariat Negara)

JAKARTA (Lentera) - Presiden Prabowo Subianto akan melantik tokoh buruh nasional, Said Iqbal pada Senin (8/6/2026) sore. Dalam agenda yang sama, Prabowo juga akan melantik Nanik S Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru.

Kepastian tersebut disampaikan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi usai mengikuti rapat koordinasi tata kelola ekspor di kompleks parlemen, Jakarta.

Menurutnya, pelantikan kedua pejabat tersebut dijadwalkan berlangsung di Istana Kepresidenan Jakarta pada pukul 15.00 hingga 16.00 WIB. "Beberapa agenda beliau (Presiden), di antaranya adalah hari ini direncanakan ada pelantikan pimpinan Badan Gizi Nasional," ujar Prasetyo kepada awak media, melansir Antara, Senin (8/6/2026).

Pelantikan Nanik S Deyang menjadi perhatian publik karena dilakukan setelah Presiden Prabowo melakukan pergantian pimpinan di Badan Gizi Nasional, lembaga yang menjadi ujung tombak pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satu program prioritas pemerintah.

Masuknya Nanik sebagai kepala baru BGN diharapkan mampu memperkuat pelaksanaan program MBG yang selama ini menjadi sorotan karena menyangkut pemenuhan gizi masyarakat, khususnya bagi anak-anak dan kelompok rentan.

Selain melantik pimpinan baru BGN, Prabowo juga memberikan peran strategis kepada Said Iqbal yang selama ini dikenal sebagai salah satu tokoh buruh paling berpengaruh di Indonesia.

Prasetyo menjelaskan, penunjukan Said Iqbal merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk lebih serius menangani persoalan ketenagakerjaan dan meningkatkan kesejahteraan pekerja.

"Untuk terus bersama-sama kita mencari formula-formula untuk memastikan masalah tenaga kerja dan masalah kesejahteraan buruh itu menjadi prioritas dari pemerintah," kata Prasetyo.

Meski demikian, hingga menjelang pelantikan, pemerintah belum menjelaskan secara rinci tugas dan kewenangan yang akan melekat pada jabatan Said Iqbal sebagai Penasihat Khusus Presiden. Prasetyo hanya memastikan posisi tersebut berkaitan dengan isu ketenagakerjaan dan kesejahteraan buruh.

Di tengah agenda pelantikan tersebut, Prasetyo juga menepis isu yang belakangan berkembang mengenai kemungkinan pergantian Menteri Keuangan di Kabinet Merah Putih.

Ia menegaskan, hingga saat ini tidak ada rencana dari Presiden Prabowo untuk melakukan pergantian Menteri Keuangan sebagaimana isu yang beredar di publik.

Menurut Prasetyo, apabila Presiden memang memandang perlu melakukan evaluasi atau penyegaran kabinet, keputusan tersebut akan disampaikan secara resmi kepada masyarakat.

"Kalau memang Presiden merasa harus ada penyegaran atau perubahan, pada waktunya nanti akan disampaikan kepada masyarakat," tegasnya.

Editor: Santi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.