10 June 2026

Get In Touch

Karhutla di Pulau Rupat Capai 108 Hektare, Manggala Agni Fokus Padamkan Sisa Titik Api

Proses pemadaman karhutla Tanjung Kapal, Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis, Riau. (foto: ist/Ant)
Proses pemadaman karhutla Tanjung Kapal, Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis, Riau. (foto: ist/Ant)

PEKANBARU (Lentera) - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Tanjung Kapal, Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis, Riau, masih menjadi perhatian serius. Tim Manggala Agni Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera terus berjibaku memadamkan kebakaran yang telah melalap area seluas 108 hektare, dengan fokus penanganan pada titik-titik api yang masih tersisa di tengah lokasi terdampak.

Kepala Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, mengatakan kondisi di lapangan menunjukkan perkembangan yang cukup positif. Cuaca berupa hujan gerimis yang turun sejak Minggu (7/6/2026) dini hari hingga siang hari turut membantu proses pemadaman.

"Untuk Rupat dari hitungan drone luasnya 108 hektare. Pemadaman dibagi dua sektor mengingat keduanya masih berasap," ujar Ferdian dalam keterangannya yang diterima di Pekanbaru, melansir Antara, Senin (8/6/2026).

Menurutnya, tim pemadam membagi area operasi menjadi dua sektor utama guna mempercepat pengendalian kebakaran yang masih menyisakan kepulan asap di sejumlah titik.

Pada sektor kiri, pemadaman dilakukan oleh masing-masing dua regu Manggala Agni Daerah Operasi (Daops) Siak dan Daops Kota Jambi. Strategi yang diterapkan adalah menyusuri seluruh sekat bakar dan memperdalam jalur pengamanan hingga ke bagian tengah area terbakar.

Tim juga memanfaatkan sistem estafet air dari embung-embung yang tersedia untuk menjangkau titik api yang sulit diakses. Operasi tersebut terus dilakukan hingga bertemu dengan regu pemadam kebakaran milik PT Sumatera Riang Lestari yang bergerak dari arah berlawanan.

Sementara itu, sektor kanan ditangani oleh satu tim Daops Siak dan dua tim Daops Muara Tebo, Jambi. Mereka menggunakan strategi serupa dengan memanfaatkan tangki lipat (collapsible tank) serta bentangan selang sepanjang sekitar 40 roll guna menjangkau titik api yang berada jauh dari sumber air.

"Hasilnya sisi kanan dan kiri tuntas. Hari ini dilanjutkan konsentrasi di pulau-pulau api kecil-kecil di tengah," kata Ferdian.

Petugas di lapangan harus menghadapi medan yang sulit akibat banyaknya batang pohon tumbang yang melintang di jalur akses menuju titik api.

Menurut Ferdian, kondisi tersebut menyulitkan petugas nozzleman atau pemegang ujung selang untuk mencapai lokasi yang masih terbakar. Selain itu, tantangan juga datang dari keterbatasan akses, sarana pendukung, serta distribusi logistik ke area operasi.

"Kendala lain serta akses, sarana prasarana dan logistik. Tapi, kami terbantu dengan satu alat berat perusahaan yang membantu membuka akses dan membuat embung estafet," katanya.

Selain di Pulau Rupat, Manggala Agni juga menangani sejumlah lokasi karhutla lainnya di Provinsi Riau. Di wilayah Rantau Bais, Kabupaten Rokan Hilir, kebakaran yang menghanguskan lahan seluas sekitar 70 hektare dilaporkan telah berhasil dipadamkan.

Sementara itu, di kawasan Sungai Besar, Kabupaten Rokan Hilir, petugas masih menemukan beberapa titik asap yang berpotensi memicu kebakaran kembali.

Editor: Santi 

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.