Diskomidag Trenggalek Distribusikan Minyakita ke Pedagang Pasar Basah untuk Jaga Ketersediaan Subsidi
TRENGGALEK (Lentera) – Pemerintah Kabupaten Trenggalek kembali menggelontorkan pasokan Minyakita ke pasar tradisional untuk menjaga ketersediaan dan stabilitas harga minyak goreng bersubsidi. Sebanyak 1.500 liter atau setara 125 karton Minyakita disalurkan kepada 25 pedagang terpilih di Pasar Basah Trenggalek dengan pengawasan ketat agar penjualan tetap sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan (Komidag) Trenggalek, Saniran, mengatakan distribusi tersebut merupakan bagian dari langkah rutin pemerintah daerah dalam memastikan kebutuhan masyarakat terhadap Minyakita tetap terpenuhi.
"Ini merupakan kegiatan rutin untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan Minyakita bagi masyarakat Kabupaten Trenggalek. Hari ini kami mendistribusikan 125 karton yang masing-masing berisi 12 liter kepada 25 pedagang di Pasar Basah," kata Saniran, Senin (8/6/2026).
Menurutnya, pedagang penerima tidak dipilih secara sembarangan. Mereka harus telah terdaftar dalam sistem distribusi, memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB), serta telah mengajukan pendaftaran lebih awal dibanding pedagang lainnya.
Saniran menjelaskan, penerima pasokan juga diwajibkan mematuhi sejumlah ketentuan, termasuk menjual Minyakita langsung kepada konsumen dan tidak menyalurkannya kembali kepada pedagang lain.
Saat ini HET Minyakita ditetapkan sebesar Rp15.700 per liter. Sementara Bulog menyalurkan minyak kepada pedagang dengan harga Rp14.500 per liter sehingga terdapat selisih keuntungan sebesar Rp1.200 per liter bagi pedagang.
Karena telah memperoleh margin keuntungan tersebut, pemerintah menegaskan tidak ada alasan bagi pedagang untuk menjual di atas harga yang telah ditetapkan.
"Kalau ditemukan menjual tidak sesuai ketentuan, baik di atas HET maupun kepada pedagang lain, maka distribusi kepada yang bersangkutan akan dicabut," tegas Saniran.
Ia memastikan ketersediaan Minyakita di Trenggalek saat ini masih dalam kondisi aman. Dinas Komidag terus berkoordinasi dengan Bulog untuk mengantisipasi potensi kekurangan pasokan di lapangan.
Saniran memperkirakan kebutuhan minyak goreng di kawasan perkotaan Trenggalek mencapai sekitar 5.000 liter per hari. Namun kebutuhan tersebut tidak seluruhnya bergantung pada Minyakita karena masyarakat juga menggunakan berbagai merek minyak goreng komersial lainnya.
Distribusi Minyakita sendiri dilakukan secara berkala dengan jadwal yang bersifat fleksibel menyesuaikan kondisi pasar. Selain Pasar Basah, penyaluran minyak goreng bersubsidi juga pernah dilakukan di Pasar Kamulan dan Pasar Subuh untuk memastikan pasokan tetap tersedia bagi masyarakat di berbagai wilayah Kabupaten Trenggalek.
Reporter: Herlambang|Editor: Arifin BH





