10 June 2026

Get In Touch

Komisi A DPRD Surabaya Minta Pelaku Pengeroyokan Siswa SMAN 11 Dihukum Tegas

Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya Yona Bagus Widyatmoko. (Amanah/Lentera)
Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya Yona Bagus Widyatmoko. (Amanah/Lentera)

SURABAYA (Lentera) – Pengungkapan kasus pengeroyokan yang menewaskan Thomas Julius Kristianto, siswa SMAN 11 Surabaya mendapat apresiasi dari DPRD Kota Surabaya. 

Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko menilai langkah cepat Polrestabes Surabaya dalam menangkap para pelaku menjadi bentuk keseriusan aparat dalam menegakkan hukum sekaligus memberikan keadilan bagi keluarga korban.

Yona menyampaikan, penghargaan kepada jajaran Polrestabes Surabaya yang dinilai berhasil mengungkap kasus tersebut dalam waktu relatif singkat. Menurutnya, kasus ini menjadi peringatan serius bagi dunia pendidikan dan pergaulan remaja di Kota Surabaya.

"Saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran Polrestabes Surabaya yang berhasil mengungkap tuntas kasus ini dengan cepat. Tragedi memilukan ini tentu menjadi preseden buruk bagi wajah pendidikan dan pergaulan remaja di Kota Pahlawan," kata Yona dikutip Selasa (9/6/2026).

Yona menuturkan, para tersangka merupakan teman sebaya korban dan secara administratif telah memenuhi syarat untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum. 

Karena itu, ia meminta, proses hukum berjalan secara tegas tanpa adanya toleransi terhadap tindakan kekerasan yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang.

"Mereka ini rata-rata sudah bukan di bawah umur, dan karena pelaku adalah teman sebayanya maka proses hukum harus tetap berjalan dan mereka harus dihukum secara tegas. Tidak boleh ada keringanan hukuman agar bisa menjadi efek jera," tuturnya.

Selain penegakan hukum, Yona menilai, upaya pencegahan harus diperkuat agar kejadian serupa tidak kembali terjadi di lingkungan pendidikan. Ia mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbanglinmas) serta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk mengintensifkan program edukasi hukum bagi pelajar.

Menurutnya, program Satpol PP Goes to School yang selama ini berjalan perlu diperluas cakupannya dengan menyasar lebih banyak sekolah di Surabaya. Melalui program tersebut, para siswa dapat memperoleh pemahaman mengenai batas-batas hukum dan konsekuensi dari tindakan kekerasan.

"Bakesbanglinmas dan Satpol PP Surabaya punya program yang sangat bagus yakni Satpol PP Goes to School yang harus segera diintensifkan. Melalui program tersebut, kita harus memperkuat edukasi masalah hukum dengan langsung mendatangi sekolah-sekolah di Surabaya," jelasnya.

Politisi dari Fraksi Gerindra ini menambahkan, masih banyak remaja yang belum memahami dampak hukum dari tindakan kriminal yang dilakukan secara emosional. Karena itu, pendidikan karakter dan kesadaran hukum perlu terus ditanamkan sejak dini.

"Anak-anak kita perlu ditanamkan kesadaran penuh bahwa perilaku kriminal sekecil apa pun bisa menghilangkan masa depan mereka secara permanen. Tindakan emosional sesaat tidak hanya merenggut nyawa orang lain, tapi juga akan menghancurkan cita-cita dan harapan hidup mereka sendiri," pungkasnya.

Seperti diketahui, empat pelaku pengeroyokan yang merupakan teman korban sudah diamankan oleh aparat Polrestabes Surabaya.

 

Reporter: Amanah/Editor: Ais

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.