ISU pergantian Menteri Keuangan kembali menghangat setelah Presiden Prabowo Subianto memanggil ekonom Muhammad Chatib Basri dan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin ke Istana Kepresidenan, Selasa (9/6). Pertemuan yang berlangsung terpisah itu memicu spekulasi mengenai kemungkinan perombakan di pos pengelola fiskal negara, termasuk kabar bahwa Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akan digeser ke Bank Indonesia (BI). Rumor tersebut menguat di tengah tekanan terhadap perekonomian. BI pada hari yang sama mendadak menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 5,50 persen. Sebagai langkah darurat di luar jadwal rapat rutin. Kebijakan itu ditempuh setelah rupiah sempat menyentuh rekor terendah baru sebelum ditutup menguat di kisaran Rp18.050–Rp18.058 per dolar Amerika Serikat. Meski namanya ramai disebut dalam bursa calon Menteri Keuangan, baik Chatib maupun Budi berusaha meredam spekulasi. Budi, yang tiba di Istana pada sore hari, tidak memberi penjelasan mengenai agenda pertemuannya dan menegaskan diringa masih menjabat sebagai Menkes..Adapun Chatib menegaskan bahwa pembicaraan dengan Presiden tidak terkait pergantian Bendahara Negara. Mantan Menkeu itu mengatakan dirinya hadir bersama jajaran Dewan Ekonomi Nasional (DEN) untuk membahas perkembangan ekonomi. Dia melontarkan pandangan jika tugas Menkeu sebenarnya gampang untuk menguatkan rupiah dan menjinakkan defisit melalui tiga opsi mutlak. Yaitu menaikkan penerimaan negara, memotong anggaran belanja secara selektif, atau menarik pinjaman. Kendati semua pihak mengklaim pertemuan tersebut sebatas konsultasi, pasar membaca dinamika ini sebagai sinyal kuat 'tes ombak' pencarian bendahara negara yang baru. BACA BERITA LENGKAP, KLIK DISINI https://lenteratoday.com/upload/Epaper/10062026.pdf




.jpg)
