12 June 2026

Get In Touch

Bawa 5 Tuntutan, BEM UI Pilih Bundaran HI untuk Aksi "Menuju Indonesia Bangkrut"

Massa mahasiswa UI menggelar aksi \
Massa mahasiswa UI menggelar aksi \"Menuju Indonesia Bangkrut\", Jumat (12/6/2026). (foto: ist/Tempo)

JAKARTA (Lentera) - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) memilih Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, sebagai lokasi aksi bertajuk "Menuju Indonesia Bangkrut", Jumat (12/6/2026). Sekaligus membawa 5 tuntutan yang mereka nilai mendesak terkait kondisi ekonomi, kesejahteraan rakyat, dan demokrasi di Indonesia.

"Karena itu kami sudah tidak percaya lagi untuk demo di sana, di DPR," ujar Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (U), Yatalathof Ma'shum Imawan Athof, di Jakarta pada Jumat (12/6/2026).

Menurutnya, Bundaran HI dipilih karena mahasiswa tak lagi percaya dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) maupun pemerintah. Karena itu, kali ini mereka tidak ingin menggelar aksi di depan Gedung DPR maupun Istana Kepresidenan yang biasanya menjadi lokasi unjuk rasa.

Dengan dipilihnya Bundaran HI sebagai lokasi aksi, ia berharap dapat menjangkau masyarakat secara langsung dan meningkatkan kesadaran publik terhadap kondisi ekonomi serta demokrasi yang mereka anggap sedang mengalami krisis.

"Kami ingin menyadarkan bahwa kita semua sama-sama menderita," katanya.

Namun, perjalanan massa menuju Bundaran HI mendapat hambatan. Rombongan mahasiswa dari BEM UI diadang aparat Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Polda Metro Jaya) di kawasan Semanggi, Jakarta Pusat. Polisi meminta peserta aksi mengalihkan lokasi demonstrasi ke depan Gedung DPR.

Athof mempertanyakan langkah aparat tersebut. Menurutnya, pihak penyelenggara telah menyampaikan pemberitahuan resmi kepada kepolisian mengenai rencana aksi di Bundaran HI sehingga pengadangan dinilai sebagai tindakan yang represif.

"Padahal kami sudah merencanakan dan juga setelah mengirimkan surat kepada kepolisian bahwa kami akan mengadakan aksi di Bundaran HI," katanya.

Ia memperkirakan sekitar 1.000 mahasiswa sempat tertahan di sejumlah ruas jalan menuju Bundaran HI. Hingga Jumat siang, massa disebut masih berupaya mencapai titik aksi yang telah direncanakan.

Di sisi lain, Polda Metro Jaya menyatakan Bundaran HI bukan lokasi yang diperuntukkan bagi penyampaian pendapat di muka umum. Pertimbangan tersebut diambil karena kawasan tersebut merupakan pusat aktivitas masyarakat sekaligus pusat perekonomian ibu kota.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengatakan masyarakat perlu memahami demonstrasi di Bundaran HI berpotensi mengganggu mobilitas dan aktivitas publik.

Sebagai alternatif, kepolisian meminta massa mengalihkan aksi ke kawasan Patung Arjuna Wijaya (Patung Kuda) atau di depan kompleks MPR/DPR/DPD RI yang selama ini menjadi lokasi penyampaian aspirasi masyarakat.

Meski demikian, hingga Jumat siang sejumlah demonstran dari berbagai latar belakang telah berkumpul di sekitar Bundaran HI. Mereka terdiri atas mahasiswa, pekerja, hingga rombongan ibu-ibu yang mengaku telah menunggu sejak pukul 10.00 WIB untuk mengikuti aksi.

Aksi "Menuju Indonesia Bangkrut" diinisiasi oleh aliansi BEM dari Universitas Indonesia, IPB University, Politeknik Negeri Jakarta, Universitas Pancasila, Universitas Gunadarma, serta organisasi mahasiswa seperti Front Mahasiswa Nasional dan Serikat Mahasiswa Progresif (Semar UI).

Bawa Lima Tuntutan

Pertama, menghentikan pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Kedua, menurunkan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak (BBM). 

Ketiga, menghentikan program Makan Bergizi Gratis serta pembangunan Koperasi Desa Merah Putih.

Selanjutnya, massa aksi menuntut penghentian praktik militerisme di ranah sipil. Terakhir, mereka juga meminta agar Presiden Prabowo Subiant berhenti mengelak dan mengakui kesalahan pemerintah.

Editor: Santi/Berbagai sumber

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.