16 June 2026

Get In Touch

Harga Pertamax Naik, Seskab Teddy: Lebih Murah Dibanding Negara Tetangga

Seorang petugas SPBU mengisi bahan bakar jenis Pertamax ke unit mobil. (foto: Pertamina)
Seorang petugas SPBU mengisi bahan bakar jenis Pertamax ke unit mobil. (foto: Pertamina)

JAKARTA (Lentera) - Menanggapi kenaikan harga Pertamax menjadi Rp16.250 per liter, Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Teddy Indra Wijaya menegaskan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi dengan Research Octane Number (RON) 92 di Indonesia masih tergolong lebih murah dibandingkan sejumlah negara di tetangga di Asia Tenggara.

"Walaupun naik, harga Pertamax di Indonesia jauh lebih murah dibanding BBM RON 92/95 di negara lain," ujar Teddy dalam keterangannya, mengutip Kompas.com, Minggu (14/6/2026).

Dikatakannya, harga BBM sejenis di Filipina saat ini bahkan mencapai Rp 22.158 per liter. Tak hanya itu, harga BBM RON 92/95 di Thailand tercatat mencapai Rp 28.910 per liter, Myanmar sebesar Rp 25.085 per liter, Laos mencapai Rp 31.945 per liter, hingga Singapura yang menyentuh Rp 42.971 per liter.

Teddy menjelaskan, Pertamax merupakan BBM non-subsidi sehingga mekanisme penetapan harganya mengikuti perkembangan harga minyak mentah di pasar internasional.

"Artinya, harga Pertamax harus mengikuti harga minyak dunia," katanya.

Meski demikian, Teddy menyebut pemerintah telah menahan penyesuaian harga Pertamax selama beberapa bulan terakhir meskipun harga minyak dunia mengalami kenaikan tajam sejak Maret 2026.

Di sisi lain, dipastikannya, pemerintah tetap mempertahankan harga BBM bersubsidi agar tidak membebani masyarakat. Harga Pertalite tetap berada di level Rp10.000 per liter, sedangkan Solar subsidi dipatok Rp6.800 per liter.

Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina Patra Niaga resmi melakukan penyesuaian harga BBM non-subsidi yang mulai berlaku pada Rabu (10/6/2026).

Dalam penyesuaian tersebut, harga Pertamax untuk wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya melonjak menjadi Rp16.250 per liter dari sebelumnya Rp12.300 per liter yang berlaku sejak 1 Juni 2026. Dengan demikian, terjadi kenaikan sebesar Rp3.950 per liter atau sekitar 32 persen.

Penyesuaian ini menjadi kenaikan pertama Pertamax setelah sebelumnya pemerintah dan Pertamina mempertahankan harga di tengah lonjakan harga minyak mentah dunia yang dipicu memanasnya konflik Israel-Iran sejak akhir Februari 2026.

Selain Pertamax, Pertamax Green 95 juga mengalami penyesuaian harga dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter. Sementara itu, harga Pertamax Turbo tidak mengalami perubahan dan tetap dijual Rp20.750 per liter.

Editor: Santi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.