16 June 2026

Get In Touch

Eri Cahyadi Sebut Ada Kelalaian Pengerjaan Gorong-gorong di Margorejo

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat sidak di proyek Margorejo, Surabaya.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat sidak di proyek Margorejo, Surabaya.

SURABAYA (Lentera) -Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memerintahkan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh proyek box culvert atau gorong-gorong yang sedang berjalan di Kota Pahlawan menyusul insiden kecelakaan yang menewaskan seorang warga lanjut usia di kawasan Margorejo. 

Evaluasi tersebut mencakup sistem pengamanan lokasi proyek, metode pengerjaan hingga penempatan material konstruksi di lapangan.

Terkait insiden yang menewaskan seorang lansia berusia 66 tahun di proyek Margorejo, Eri mengungkapkan hasil investigasi sementara menunjukkan adanya kelalaian dalam pengamanan proyek.

Barrier pengaman memang telah dipasang, namun dinilai tidak cukup rapat dan tidak dilengkapi lampu peringatan yang memadai.

"Di lokasi memang ada pengaman, tetapi tidak rapat. Korban masuk melalui celah barrier tersebut. Karena itu saya tegaskan semua proyek harus benar-benar mengutamakan keselamatan warga," ujarnya.

Saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di lokasi proyek Margorejo, Selasa (16/6/2026), Eri mengatakan seluruh pekerjaan pengerukan jalan untuk pembangunan box culvert tidak boleh dilanjutkan sebelum standar pengamanan dipenuhi secara maksimal.

"Semua proyek box culvert yang melakukan pengerukan jalan saya minta dievaluasi. Tidak boleh ada pengerukan baru sebelum pengamanan pada area yang sudah dikerjakan dipastikan aman," kata Eri.

Menurutnya, proyek-proyek tersebut tetap berjalan, namun pengerjaan harus dilakukan secara bertahap. Pengerukan tidak boleh dilakukan dalam bentangan panjang sekaligus. Setiap segmen yang selesai dikerjakan harus segera ditutup sebelum melanjutkan ke titik berikutnya.

Eri juga menyoroti minimnya pengamanan di sejumlah lokasi proyek. Ia mewajibkan setiap area pengerukan dilengkapi barrier yang rapat, lampu peringatan, serta lampu rotari yang dapat terlihat dari jarak jauh, terutama pada malam hari.

"Kalau hanya mengandalkan penerangan jalan umum belum tentu terlihat. Harus ada lampu peringatan sehingga pengguna jalan bisa mengetahui ada pekerjaan di lokasi tersebut," ujarnya.

Selain itu, Eri meminta dilakukan evaluasi terhadap penempatan box culvert yang berada di tepi jalan. Menurutnya, material proyek tidak boleh mengganggu pandangan pengendara, khususnya di area tikungan atau akses keluar-masuk kendaraan.

Tak hanya pekerjaan yang masih berlangsung, Eri juga memerintahkan pemeriksaan terhadap proyek yang telah selesai. Salah satu yang menjadi perhatian adalah kondisi manhole atau lubang kontrol utilitas agar tidak menimbulkan ketidaknyamanan maupun membahayakan pengguna jalan.

"Setiap manhole harus memiliki frame yang baik dan diaspal rata dengan permukaan jalan sehingga aman dilalui masyarakat," katanya.

Eri pun memberikan peringatan keras kepada pejabat pelaksana proyek (pimpro) dan kepala dinas terkait. Ia memberi waktu hingga Kamis untuk memastikan seluruh proyek memenuhi standar pengamanan.

"Kalau sampai Kamis masih ditemukan kondisi yang sama, saya copot kepala dinasnya dan pimpronya," tegasnya.

Selain sanksi kepada pejabat terkait, Pemkot Surabaya juga membuka kemungkinan memberikan sanksi kepada kontraktor pelaksana. Eri menyebut konsultan pengawas sebelumnya telah memberikan peringatan kepada kontraktor terkait aspek keselamatan kerja di lapangan.

Menurutnya, apabila di kemudian hari masih ditemukan proyek tanpa pengamanan yang memadai, pemerintah kota tidak segan memutus kontrak kerja sama dengan kontraktor yang bersangkutan.

"Ini peringatan terakhir. Kalau masih ada proyek yang tidak memenuhi standar pengamanan, kontraknya akan kami putus," tutupnya.

Reporter: Amanah|Editor: Arifin BH

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.