SURABAYA (Lentera)- Dari 19 titik yang terandam banjir di Surabaya, pada senin (22/6/2026) dini hari, hingga pukul 10.25 WIB sebanyak 12 titik diantanya telah surut dan tujuh lainnya masih tergenang dan dalam penanganan petugas.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya mencatat, genangan mulai muncul sejak sekitar pukul 05.00 WIB di sejumlah kawasan.
Lokasi yang masih tergenang antara lain berada di kawasan Stikosa AWS Nginden Jangkungan, Jalan Raya Bratang Binangun, Jalan Tanjungsari, Bendul Merisi Selatan, Menur Pumpungan, Medokan Semampir Indah, serta Simorejo Sari.
Ketinggian genangan bervariasi, mulai dari 8 sentimeter hingga mencapai sekitar 50 sentimeter. Genangan terdalam tercatat berada di kawasan Stikosa AWS, Nginden Jangkungan, Kecamatan Sukolilo, dengan ketinggian air mencapai sekitar 50 sentimeter dan belum menunjukkan tanda-tanda surut hingga laporan terakhir diterima.
Selain itu, genangan setinggi sekitar 30 sentimeter juga masih terjadi di Jalan Raya Bratang Binangun, Kecamatan Gubeng, dan Medokan Semampir Indah, Kecamatan Sukolilo. Sementara di Jalan Tanjungsari, Kecamatan Sukomanunggal, genangan setinggi 15 sentimeter masih terpantau pada saat pemutakhiran data.
Adapun sejumlah titik yang telah berangsur surut meliputi Wisma Tengger Kandangan, Jalan Ngagel Kebonsari, Jalan Bung Tomo, Simo Kalangan, Simo Hilir Raya, Jalan Imam Bonjol, Ngagel Madya, Panjang Jiwo, Kendangsari, Keputran, hingga Ketintang Selatan Karah.
BPBD Kota Surabaya bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) terus melakukan penyedotan air di lokasi terdampak. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD juga diterjunkan untuk memantau perkembangan ketinggian genangan dan memastikan kondisi di lapangan tetap terkendali.
Selain genangan, BPBD juga menerima laporan satu kejadian pohon tumbang di Jalan Lusi, Kelurahan Keputran, Kecamatan Tegalsari. Pohon jenis keres berdiameter sekitar 30 sentimeter dan tinggi sekitar tiga meter tumbang akibat hujan deras disertai angin kencang.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Surabaya, Linda Novanti mengatakan pohon yang tumbang sempat menutup akses jalan. Petugas dari Posko Terpadu Pusat bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) segera melakukan pemotongan dan mengevakuasi batang pohon ke tepi jalan untuk selanjutnya diangkut.
“Untuk korban luka nihil,” kata Linda, Senin (22/6/2026).
BPBD memastikan, pemantauan terus dilakukan seiring kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan ringan di sejumlah wilayah Kota Surabaya. Warga diimbau tetap waspada terhadap kemungkinan genangan susulan maupun pohon tumbang selama cuaca ekstrem masih berlangsung.
Reporter: AmanahEditor: Ais





.jpg)