23 June 2026

Get In Touch

Danantara: Himbara Punya Kekuatan Rp1.100 Triliun untuk Genjot Ekonomi Nasional

Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Perkasa Roeslani. (foto: Kementerian Investasi dan Hilirisasi RI)
Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Perkasa Roeslani. (foto: Kementerian Investasi dan Hilirisasi RI)

JAKARTA (Lentera) - Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Perkasa Roeslani, menyebut bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) kini memiliki kekuatan finansial yang sangat besar. Nilai kapitalisasi pasar gabungan Himbara bahkan telah mencapai sekitar Rp1.100 triliun atau setara 10 persen dari total kapitalisasi pasar perusahaan di Indonesia.

"Dengan kapitalisasi pasar gabungan sekitar Rp1.100 triliun, Himbara memiliki kapasitas yang sangat besar untuk menjadi motor penggerak ekonomi nasional sekaligus mendukung berbagai program pembangunan yang menjadi prioritas pemerintah," ujar Rosan dalam keterangan resmi di Jakarta, melansir Antara, Senin (22/6/2026).

Dikatakannya, Presiden Prabowo Subianto berharap Himbara mampu memperluas pembiayaan kepada jutaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian nasional.

"Peran Himbara tidak hanya diukur dari pencapaian laba, tetapi juga dari sejauh mana kehadirannya mampu membuka akses dan kesempatan yang setara bagi masyarakat, mulai dari pelaku UMKM hingga sektor usaha yang lebih besar," katanya.

Sementara itu, ahli perbankan Moch. Amin Nurdin menilai peran Himbara akan semakin kuat setelah hadirnya Danantara Indonesia sebagai pengelola BUMN. Menurutnya, koordinasi yang lebih terintegrasi membuat penyaluran program pemerintah melalui bank-bank negara menjadi lebih efektif.

"Di bawah koordinasi Danantara dan arahan Presiden, terdapat penguatan sinergi antarlembaga perbankan negara sehingga fungsi intermediasi Himbara semakin selaras dengan agenda pembangunan nasional," ujarnya.

Meski demikian, Amin mengingatkan besarnya peran Himbara juga harus diimbangi dengan penerapan tata kelola perusahaan dan manajemen risiko yang ketat. Pasalnya, semakin luas penyaluran kredit dan bertambahnya jumlah nasabah akan meningkatkan potensi risiko pembiayaan.

"Tantangan terbesar Himbara ke depan bukan semata mengejar pertumbuhan kredit, melainkan memastikan pertumbuhan tersebut tetap berkualitas, didukung manajemen risiko yang kuat, serta mampu menjaga profitabilitas secara berkelanjutan," tutur Amin.

Editor: Santi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.