29 June 2026

Get In Touch

Akselerasi Ekonomi, BI Kediri Gelar KKM X DIGIMAFest 2026

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kediri bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri menggelar Karya Kreatif Mataraman (KKM) dan DIGIMAFest 2026, Jumat (26/6/2026).
Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kediri bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri menggelar Karya Kreatif Mataraman (KKM) dan DIGIMAFest 2026, Jumat (26/6/2026).

KEDIRI (Lentera) - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kediri bersinergi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri kembali menggelar Karya Kreatif Mataraman (KKM) dan DIGIMAFest 2026 dengan tema “Sinergi dan Inovasi Digital untuk Akselerasi Ekonomi yangBerkelanjutan”.

Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 26-28 Juni 2026 ini, wujud komitmen Bank Indonesia dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Kepala Perwakilan BI Kediri, Yayat Cadarajat menyampaikan bahwa melalui inovasi digital dan transformasi UMKM menuju praktik bisnis yang lebih sustainable, tidak hanya menjaga kelestarian budaya, tetapi juga membuka peluang pasar baru yang go global, serta mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif secara inklusif dan hijau.

“KKM X DIGIMAFest 2026 menjadi bagian dari rangkaian event nasional Karya Kreatif Indonesia (KKI) dan Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) 2026, sebagai wujud komitmen dalam mendukung Gerakan Bangga Buatan Indonesia (GBBI) dan Gerakan Bangga Berwisata di Indonesia (GBWI),” tutur Yayat, Jumat (26/6/2026) malam.

Yayat menjelaskan, kegiatan ini merupakan bukti nyata sinergi Bank Indonesia dengan 13 (tiga belas) Pemerintah Kota/Kabupateneks Keresidenan Kediri dan Madiun.

“Guna mengembangkan UMKM potensi ekspor dan pendukung pariwisata, khususnya pada sektor produk kreatif, makanan-minuman, ketahanan pangan serta perluasan digitalisasi sistem pembayaran,” jelasnya.

Diungkapkannya, dalam rangkaian pra event KKM X DIGIMAFest 2026 sejak Januari hingga Juni 2026, Bank Indonesia Kediri telah melaksanakan berbagai macam kegiatan.

“Pelatihan/pendampingan UMKM, fasilitasi kelompok tani dalam rangka katahanan pangan, kegiatan edukasiCinta Bangga Paham (CBP) Rupiah dan sistem pembayaran, pendampinganElektonifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) serta berhasil memfasilitasi business matching berbagai komoditas.,” ungkapnya.

Menurut Yayat, melalui business matching tersebut, Bank Indonesia Kediri berharap dapat mendorong UMKM untuk naik kelas, meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi hingga dapat menembus pasar nasional, bahkan internasional.

Yayat menegaskan, pentingnya inovasi digital dan penguatan pasar ekspor bagi UMKM unggulan yang bergerak di sektor kreatif seperti kain tradisional, craft, kopi, dan produk pangan olahan.

“Karena produk-produk ini bukan hanya mencerminkan kekayaan budaya lokal, namun juga berpotensi besar untuk bersaing di pasar global. Disamping itu perlu terus ditingkatkan komitmenpemerintah daerah dalam pelaksanaan ETPD,” tegasnya.

Adapun rangkaian kegiatan KKM 2026 yang dilaksanakan di Taman Hijau Simpang Lima Gumul (SLG) Kabupaten Kediri, meliputi pameran UMKM unggulan yang terdiri dari wastra, craft, kopi, teh, komoditas ketahanan pangan dan aneka food and beverages lebihdari 70 UMKM unggulan, Parade Kreasi Wastra Mataraman Berkelanjutan, dan talkshow bertema entrepreneur dan sustainable.

Di sisi akselerasi digitalisasi, KKM x DIGIMAFest 2026 menghadirkan berbagai kegiatan talkshow digitalisasi dengan tema perkembangan sistem pembayaran dan tips cerdas finansial.
 

Selain itu juga terdapat berbagai kegiatan lomba seperti Duta Guru & Duta Muda CBP Rupiah & Peka, lomba QRIS Photo Competition, lomba QRIS Reels Video Competition, lomba QRIS Bounty Hunter, Lomba QRISverse Article, lomba menggambar, lomba dongeng CBP Rupiah dan voice competition.
 

Ditambahkannya, untuk mendorong gaya hidup sehat sekaligus mendukung penguatan program ketahanan pangan, juga akan menggelar Senam TP PKK Sehat, Inspiratif, Gerak Aktif Peduli (SIGAP) Inflasi 2026 yang melibatkan TP PKK se-Kabupaten Kediri.

“Kegiatan ini terbuka untuk umum dan diharapkan dapat menjadi ruang bersama untuk menguatkan ekonomi lokal berbasis digitalisasi dan keberlanjutan di wilayah Mataraman,” imbuhnya.

 

Reporter: Ais/Editor: Arief Sukaputra

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.