29 June 2026

Get In Touch

Tiga Kabupaten di Jateng Dilanda Kekeringan, Ribuan Warga Kesulitan Air Bersih

Sejumlah warga di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah menunggu pendistribusian air bersih oleh BPBD setempat. (foto: ist/Antara)
Sejumlah warga di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah menunggu pendistribusian air bersih oleh BPBD setempat. (foto: ist/Antara)

PEKALONGAN (Lentera) - Kekeringan terjadi di sejumlah wilayah Jawa Tengah. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sedikitnya tiga kabupaten, yakni Klaten, Pemalang, dan Boyolali, terdampak krisis air bersih dengan ribuan warga mulai mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"BNPB mengimbau warga tetap bijak dalam pemanfaatan air. Pendistribusian air dengan mobil tangki merupakan penanganan jangka pendek. Apabila masih terjadi peluang hujan maka masyarakat dapat memanen air hujan sebagai cadangan air," ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangan tertulis di Pekalongan, melansir Antara, Sabtu (27/6/2026).

Dari tiga daerah terdampak, Kabupaten Klaten menjadi wilayah dengan jumlah warga terdampak paling besar. BPBD Klaten mencatat sebanyak 2.498 kepala keluarga atau 8.319 jiwa mengalami kekeringan yang melanda Desa Kendalsari, Tegalmulyo, Tlogowatu, dan Sidorejo.

Peristiwa tersebut telah dilaporkan sejak awal Juni 2026. Hingga Jumat (26/6/2026), sebanyak 377 kepala keluarga atau 1.450 jiwa telah menerima bantuan 60 ribu liter air bersih.

Sementara itu, di Kabupaten Pemalang, kekeringan melanda tiga desa yang berada di Kecamatan Belik, Bawang, dan Pulosari. Data sementara BPBD Pemalang mencatat sebanyak 166 kepala keluarga terdampak. Sebanyak 4 ribu liter air bersih telah disalurkan kepada warga Desa Pulosari.

Kondisi serupa juga terjadi di Kabupaten Boyolali. BPBD setempat melaporkan sebanyak 42 kepala keluarga atau 125 jiwa mengalami kesulitan mendapatkan air bersih di Desa Ketoyan, Kecamatan Wonosegoro, serta Desa Samiran, Kecamatan Selo. Untuk memenuhi kebutuhan warga, BPBD telah mendistribusikan 5 ribu liter air bersih ke dua desa tersebut.

Selain krisis air bersih, BNPB mengingatkan pemerintah daerah agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang umumnya meningkat selama musim kemarau.

"BNPB meminta pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap waspada dan siap siaga. Upaya pencegahan merupakan langkah efektif dalam penanganan maupun meluasnya dampak kebakaran," kata Abdul Muhari.

Editor: Santi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.