29 June 2026

Get In Touch

Tujuh Kereta Api di Daop 7 Madiun Terlambat, Dampak Gempa Pacitan

Petugas KAI Daop 7 Madiun melakukan pemeriksaan jalur di wilayahnya pascagempa Pacitan, Sabtu (27/6/2026).
Petugas KAI Daop 7 Madiun melakukan pemeriksaan jalur di wilayahnya pascagempa Pacitan, Sabtu (27/6/2026).

BLITAR (Lentera) - Sebanyak tujuh rangkaian kereta api (KA) di wilayah Daop 7 Madiun mengalami keterlambatan, dampak penghentian darurat.

Akibat gempa berkekuatan magnitudo 5,6 di wilayah Tenggara Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, pada Sabtu (27/6/2026) pukul 14.47 WIB.

Namun, PT KAI Daop 7 Madiun memastikan, bahwa seluruh infrastruktur dan jalur kereta api di wilayahnya kini telah dinyatakan aman 100 persen pascagempa tersebut.

Sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) keselamatan, operasional seluruh perjalanan kereta api (KA) di wilayah terdampak kini telah kembali normal penuh, setelah sempat diberhentikan luar biasa (BLB) guna pemeriksaan visual maupun teknis.

Manager Humas PT KAI Daop 7 Madiun, Tohari menyampaikan begitu getaran gempa terdeteksi di wilayah Blitar dan Tulungagung, Pusat Pengendali Operasi KA langsung mengambil tindakan preventif.

“Dengan menginstruksikan penghentian serentak, melalui kendali radio lokomotif terpusat,” ujarnya.

Dijelaskannya, petugas dari Unit Jalan dan Jembatan (JJ) segera diterjunkan ke lapangan untuk menyisir kondisi rel, jembatan, dan terowongan.

Berdasarkan laporan dari jajaran Resort Jalan dan Jembatan (JR) di lapangan, seluruh struktur dinyatakan dalam kondisi laik operasi dengan detail pantauan sebagai berikut:

• JR 7.11 Blitar: Guncangan gempa terasa, hasil pemeriksaan lintas Aman.

• JR 7.12 Tulungagung: Guncangan gempa terasa, hasil pemeriksaan lintas Aman.

• JR 7.13 Kediri: Gempa tidak terasa, hasil pemeriksaan lintas Aman.

• JR 7.3 Kertosono: Gempa tidak terasa, hasil pemeriksaan lintas Aman.

• JR 7.2 Jombang: Gempa tidak terasa, hasil pemeriksaan lintas Aman.

“Akibat penghentian darurat tersebut, terdapat 7 rangkaian KA yang mengalami andil keterlambatan dengan total waktu 39 menit,” jelasnya.

Berikut detail titik pemberhentiannya: 1. KA Jayakarta (251b) berhenti di Stasiun Sembung, andil kelambatan 9 Menit

2. KA Commuter Line Penataran (427) berhenti di Stasiun Kediri, andil kelambatan 7 menit

3. KA Malioboro (170b) berhenti di Stasiun Tulungagung, andil kelambatan 8 menit

4. KA Commuter Line Dhoho (406) behenti di Stasiun Kertosono, andil kelambatan 15 menit

Setelah seluruh Kepala Unit Pelaksana Teknis (KUPT) Jalan dan Jembatan memastikan tidak ada pergeseran struktur tanah maupun kerusakan pada konstruksi prasarana, operasional perjalanan KA normal kembali.

“Kami memohon maaf atas keterlambatan yang dialami para pelanggan, langkah BLB ini wajib kami lakukan demi menjamin keselamatan jiwa penumpang dan keamanan perjalanan KA,” tegas Tohari.

Saat ini seluruh perjalanan KA di Daop 7 Madiun sudah kembali berjalan normal, sesuai Grafik Perjalanan KA (Gapeka) yang berlaku.

Tohari menambahkan, KAI Daop 7 Madiun terus memitigasi risiko bencana prasarana secara cepat dan terukur, ini menjadi komitmen utama KAI dalam menghadirkan layanan transportasi publik yang aman, nyaman, dan selamat imbuhnya.

 

Reporter: Ais/Editor: Arief Sukaputra

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.