SURABAYA ( LENTERA ) - Telapak tangan yang terasa dingin sering kali dianggap sebagai hal biasa, terutama ketika seseorang berada di ruangan bersuhu rendah atau cuaca dingin. Dalam kondisi tersebut, tubuh memang memiliki mekanisme untuk menjaga suhu inti dengan cara mengurangi aliran darah ke bagian tubuh tertentu, termasuk tangan dan kaki.
Namun, jika telapak tangan terus terasa dingin meski berada di lingkungan yang hangat, kondisi itu bisa menjadi tanda adanya gangguan kesehatan tertentu.
Sejumlah kondisi medis diketahui dapat menyebabkan tangan terasa dingin, mulai dari masalah darah, gangguan hormon, hingga penyakit yang memengaruhi pembuluh darah.
Anemia
Kekurangan zat besi dapat menyebabkan tubuh mengalami penurunan kemampuan membawa oksigen. Saat kondisi ini terjadi, aliran darah ke tangan dan kaki dapat berkurang karena tubuh lebih memprioritaskan distribusi oksigen ke organ vital.
Akibatnya, tangan dan kaki bisa terasa lebih dingin dibandingkan biasanya.
Sindrom Raynaud
Sindrom Raynaud terjadi ketika pembuluh darah kecil di jari tangan dan kaki mengalami penyempitan secara tiba-tiba sehingga aliran darah berkurang.
Kondisi ini dapat membuat jari berubah warna menjadi putih, biru, atau ungu. Ketika aliran darah kembali normal, warna kulit biasanya kembali dan tangan terasa lebih hangat.
Hipotiroidisme
Gangguan pada kelenjar tiroid yang membuat produksi hormon tiroid rendah dapat memperlambat metabolisme tubuh. Dampaknya, seseorang bisa lebih mudah merasa kedinginan meski suhu lingkungan sebenarnya normal.
Diabetes
Diabetes dapat memengaruhi sirkulasi darah dan sistem saraf. Gangguan aliran darah akibat kondisi tersebut dapat membuat tangan atau jari terasa dingin.
Penyakit arteri perifer
Penumpukan plak pada pembuluh darah arteri dapat menghambat aliran darah menuju tangan maupun kaki. Akibatnya, bagian tubuh tersebut bisa terasa dingin atau mengalami perubahan sensasi.
Lupus
Lupus merupakan penyakit autoimun yang menyebabkan peradangan pada berbagai bagian tubuh. Kondisi ini dapat memengaruhi kulit maupun sistem peredaran darah sehingga penderitanya lebih sensitif terhadap perubahan suhu.
Skleroderma
Skleroderma merupakan gangguan autoimun yang dapat membuat kulit, terutama pada jari dan tangan, menjadi lebih tebal dan kaku. Penderitanya juga cukup sering mengalami sindrom Raynaud.
Konsultan kardiologi intervensi, dr Vireza Pratama, SpJP, Subsp.IKKv(K), FIHA, FAsCC, FSCAI, menjelaskan bahwa tangan dingin tidak bisa langsung dikaitkan dengan penyakit jantung."Tidak ada keterkaitan ilmiah bahwa telapak tangan sering basah atau sering dingin itu pasti ada hubungannya dengan penyakit jantung. Tidak ada bukti ilmiah," ujar dr Vireza.
Menurutnya, pada pasien yang memang memiliki gangguan jantung, tangan dingin atau berkeringat bisa saja muncul sebagai dampak dari kondisi tersebut.
"Sebaliknya, pada pasien dengan penyakit jantung, hal itu bisa saja terjadi. Tangannya basah, tangannya dingin, dan sebagainya, sebagai dampak dari penyakit jantungnya," katanya.
Ia menegaskan, tangan dingin bukan gejala spesifik penyakit jantung karena penyebabnya bisa sangat beragam.
Gejala yang lebih khas pada serangan jantung adalah nyeri dada berat, terutama di sisi kiri, yang dapat menjalar ke punggung dan berlangsung lebih dari 20 menit. Kondisi itu dapat disertai keringat dingin.
"Ini sangat tipikal untuk serangan jantung," kata dr Vireza.
Sejumlah media kesehatan internasional seperti Healthline dan Cleveland Clinic juga menjelaskan bahwa perubahan suhu pada tangan yang disertai perubahan warna atau gangguan aliran darah perlu mendapat perhatian karena bisa berkaitan dengan kondisi pembuluh darah maupun autoimun.
Dengan demikian, telapak tangan dingin tidak selalu berarti penyakit serius. Tetapi jika terjadi terus-menerus tanpa penyebab jelas, terutama disertai perubahan warna, nyeri, atau gangguan rasa, pemeriksaan medis diperlukan untuk mencari penyebabnya.(ist/dya)





.jpg)