02 July 2026

Get In Touch

Cara Menata Busana Kerja Stylish dari Koleksi Lama

Cara Menata Busana Kerja Stylish dari Koleksi Lama

SURABAYA ( LENTERA ) - Berpenampilan menarik di kantor tidak selalu identik dengan membeli pakaian baru. Kunci utama gaya kerja yang terlihat profesional justru terletak pada kemampuan memadukan koleksi pakaian yang sudah dimiliki agar tampak segar, rapi, dan sesuai karakter pribadi. Dengan strategi styling yang tepat, lemari kerja yang sama dapat menghasilkan berbagai tampilan berbeda tanpa harus terus menambah pengeluaran.

Jadikan Pakaian Dasar sebagai Fondasi

Item dasar seperti blazer, kemeja putih, celana berpotongan rapi (tailored pants), atau rok midi merupakan investasi yang mudah dipadukan dengan berbagai jenis pakaian. Warna netral seperti hitam, putih, krem (beige), dan biru tua (navy) dinilai paling fleksibel karena cocok dipasangkan dengan hampir semua warna.

Blazer berpotongan longgar (oversized) misalnya, dapat dikenakan bersama celana formal untuk suasana kantor yang lebih resmi atau dipadukan dengan jeans gelap pada lingkungan kerja yang lebih santai.

Majalah Vogue menyarankan membangun capsule wardrobe berisi pakaian-pakaian klasik yang mudah dipadukan sehingga pengguna tidak perlu membeli banyak item baru.

Harper's Bazaar juga menempatkan kemeja putih, blazer hitam, dan celana berpotongan lurus sebagai elemen wajib dalam lemari kerja modern.

Manfaatkan Teknik Layering

Teknik layering atau mengenakan beberapa lapisan pakaian dapat membuat tampilan kantor terlihat lebih dinamis. Kemeja dapat dipadukan dengan rompi (vest), kardigan, maupun blazer untuk menambah dimensi visual sekaligus memberikan kesan lebih rapi.

Selain meningkatkan estetika penampilan, layering juga membantu pekerja beradaptasi dengan suhu ruangan kantor yang sering berubah akibat penggunaan pendingin udara.

Kerap menyarankan gaya light layering untuk pekerja kantoran karena memberikan fleksibilitas tanpa mengorbankan profesionalisme.Dalam konteks busana kerja, light layering biasanya dilakukan dengan mengombinasikan dua hingga tiga lapis pakaian yang tipis dan mudah dilepas-pasang.

Media mode InStyle merekomendasikan kombinasi kemeja, rompi rajut, dan blazer tipis sebagai salah satu tren busana kerja yang tetap relevan dalam beberapa tahun terakhir.

Gunakan Aksesori sebagai Titik Fokus

Aksesori sering kali menjadi pembeda antara penampilan biasa dan tampilan yang lebih berkelas. Tas berstruktur tegas (structured bag), ikat pinggang, jam tangan, atau anting minimalis dapat membuat pakaian sederhana terlihat lebih matang dan profesional.

Meski demikian, penggunaan aksesori perlu dibatasi agar tidak menimbulkan kesan berlebihan. Satu atau dua item yang menonjol sudah cukup menjadi pusat perhatian.

Forbes dalam sejumlah artikel tentang profesionalisme di tempat kerja menyebut jam tangan klasik dan tas berkualitas sebagai aksesori yang memperkuat citra profesional.

Menurut Elle, aksesori minimalis cenderung lebih mudah dipadukan dan tidak cepat ketinggalan zaman dibandingkan aksesori berukuran besar yang mengikuti tren sesaat.

Pilih Sepatu yang Menunjang Mobilitas

Sepatu menjadi elemen penting dalam menyempurnakan tampilan kantor. Loafers, kitten heels, maupun sneakers berdesain bersih (clean look) dapat menjadi pilihan yang tetap modis sekaligus nyaman digunakan sepanjang hari.

Keselarasan warna sepatu dengan keseluruhan busana juga berpengaruh terhadap kesan akhir yang ditampilkan.

Saat ini disoroti meningkatnya penggunaan sneakers minimalis di lingkungan kerja modern selama tetap terlihat bersih dan profesional.

Media gaya hidup GQ menyarankan memilih sepatu yang mampu digunakan setidaknya delapan jam sehari tanpa mengganggu produktivitas.

Utamakan Kualitas Dibanding Tren

Daripada terus mengejar tren yang cepat berubah, investasi pada produk berkualitas dinilai lebih menguntungkan dalam jangka panjang. Tas, sepatu, maupun pakaian dengan potongan klasik umumnya lebih tahan lama dan dapat digunakan dalam berbagai kesempatan.
Pendekatan ini tidak hanya lebih ekonomis, tetapi juga mendukung gaya hidup yang lebih berkelanjutan.

Pakar fesyen kerap mendorong konsumen mengurangi pembelian impulsif dan memilih pakaian berkualitas tinggi yang bisa digunakan bertahun-tahun.

Di Indonesia, sejumlah laporan gaya hidup juga menekankan konsep buy less, choose well sebagai cara membangun lemari pakaian yang efisien.

Strategi tersebut menunjukkan bahwa penampilan profesional tidak selalu bergantung pada jumlah pakaian yang dimiliki. Dengan koleksi dasar yang kuat, teknik layering, aksesori yang tepat, sepatu nyaman, serta fokus pada kualitas, pekerja dapat menciptakan berbagai kombinasi busana yang tetap stylish tanpa harus terus mengikuti tren atau membeli pakaian baru.(ist/dya)
 

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.