06 July 2026

Get In Touch

Purbaya: Kondisi Fundamental Perekonomian Indonesia Tetap Kuat

Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa.
Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa.

JAKARTA (Lentera) - Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan kondisi kondisi fundamental perekonomian Indonesia begerak baik dan tetap kuat dan tidak sedang menuju krisis. 

Purbaya mengatakan, melansir Kemenkeu Minggu (5/7/2026), Pemerintah terus menjaga stabilitas ekonomi melalui pengelolaan fiskal yang pruden, penguatan pertumbuhan ekonomi, serta peningkatan efektivitas pelaksanaan berbagai program prioritas nasional. Dia juga menandaskan bahwa berbagai indikator makro menunjukkan perbaikan sehingga menjadi landasan optimisme terhadap prospek ekonomi ke depan. 

"Perekonomian kita terus bergerak membaik. Memang masih ada tantangan, namun Indonesia tidak sedang menuju krisis. Fundamental ekonomi kita tetap kuat dan akan terus diperbaiki," ujar Menkeu dalam sebuah podcast.

Menkeu menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi merupakan akumulasi dari berbagai aktivitas ekonomi di tingkat masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah terus mendorong berbagai kebijakan yang mampu memperkuat kegiatan ekonomi riil agar manfaat pertumbuhan dapat semakin dirasakan oleh masyarakat.

Selain itu, Puarbaya juga mengatakan bahwa pemerintah juga memastikan inflasi tetap berada dalam kisaran yang terkendali. Sementara, pelemahan nilai tukar rupiah dinilai lebih dipengaruhi oleh sentimen pasar dibandingkan perubahan fundamental ekonomi nasional. Pemerintah bersama otoritas terkait terus menjaga stabilitas sistem keuangan melalui koordinasi dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).

Menkeu juga menegaskan bahwa kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap sehat. Defisit APBN dijaga tetap berada di bawah batas maksimal 3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), sedangkan rasio utang pemerintah masih berada pada tingkat yang aman dibandingkan berbagai negara lain.

"Tahun lalu defisit APBN berada di kisaran 2,81 persen dari PDB dan tahun ini diperkirakan tetap di bawah 3 persen. Rasio utang pemerintah juga masih sekitar 40 persen terhadap PDB sehingga masih berada dalam kategori yang pruden," jelas Menkeu Purbaya.

Dalam kesempatan itu, Purbaya juga mengatakan bahwa progam Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Merah Putih, pemerintah terus melakukan evaluasi agar pelaksanaannya semakin efisien dan tepat sasaran. "Pemerintah tidak menutup mata terhadap berbagai kekurangan yang ada. Yang terpenting adalah setiap kelemahan segera diperbaiki dan pengawasannya diperkuat," katanya.

Menurutnya, seluruh keputusan pemerintah diambil melalui mekanisme pembahasan bersama dengan mempertimbangkan berbagai aspek ekonomi, sosial, serta kemampuan fiskal negara. (*)

Editor: Lutfiyu Handi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.