09 July 2026

Get In Touch

Bripda Nopandri Ditemukan Tewas Setelah Penggerebekan Narkoba di Kalimantan Tengah

Tim gabungan mengefakuasi jasat korban di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah pada Sabtu (4/7/2026). (ist)
Tim gabungan mengefakuasi jasat korban di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah pada Sabtu (4/7/2026). (ist)

SURABAYA (Lentera) - Bripda Nopandri Ramadhana anggota Satresnarkoba Polres Katingan ditemukan meninggal dunia setelah penggerebekan bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah. Jenazahnya ditemukan pada Sabtu (4/7/2026) sekitar pukul 15.55 WIB di DAS Katingan, seberang Desa Tumbang Lahang.

Sebelumnya, anggota Satresnarkoba Polres Katingan, Aipda Yudhie Perdana Putra meninggal dunia dalam penggerebekan bandar narkoba tersebut. Kemudian dua anggota yaitu Aiptu Sumaryanto dan Bripda Nopandri Ramadhana dilaporkan hilang setelah penggerebekan tersebut. 

"Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga Bripda Nopandri. Almarhum gugur saat menjalankan tugas. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan," kata Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso melansir CNNIndonesia, Minggu (5/7/2026).

Nopandri ditemukan dalam keadaan kaku, terapung, dan tersangkut di ranting kayu oleh  Briptu Rangga dan Bripda Ryan. Eko mengatakan jenazah Nopandri telah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan autopsi.

Lebih lanjut, Eko menjelaskan penggerebekan dilakukan Satresnarkoba Polres Katingan pada Rabu (1/7/2026). Penggerebekan tindak lanjut informasi masyarakat mengenai dugaan peredaran sabu di Desa Tumbang Kalemei. Targetnya mengarah pada residivis kasus narkotika berinisial BIO. 

Dalam operasi penggerebekan yang menerjunkan 12 personel itu dibagi menjadi dua kelompok. Dimana tim pertana melakukan penindakan di rumah target. Kemudian tim kedua bersiaga di lokasi lain sebagai unsur pendukung.

Dalam penggerebekan itu target berhasil diamankan. Namun, situasi kemudian berubah Ketika beberapa orang di dalam rumah dan warga sekitar melakukan perlawanan menggunakan senjata tajam berupa parang. Situasi semakin memanas ketika massa aksi terus bertambah dan melakukan penyerangan menggunakan senjata tajam serta senjata api rakitan. 

Karena situasi semakin tidak terkendali maka anggota berupaya menyelamatkan diri sambil meminta bantuan penebalan personel. Kemudian, sejumlah anggota terpaksa berenang menyeberangi sungai dan berlindung di kawasan hutan untuk menghindari amukan massa.

Sayangnya, dalam insiden itu Aipda Yudhie ditemukan meninggal dunia dengan luka akibat senjata tajam. Sementara Aiptu Sumaryanto dan Bripda Nopandri Ramadhana masih dalam pencarian oleh tim gabungan.

Eko menegaskan peristiwa yang menimpa Nopandri menjadi perhatian serius Bareskrim Polri. Kata dia, saat ini tim gabungan masih bekerja untuk mengungkap peristiwa tersebut.

"Tim masih terus melakukan pengejaran terhadap para pelaku yang diduga terlibat. Kami tidak akan berhenti sampai seluruh pelaku berhasil diamankan dan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku," ujarnya. (*)

Editor: Lutfiyu Handi
 

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.