09 July 2026

Get In Touch

Penggerebakan Narkoba di Kalteng, Tiga Polisi Dinyatakan Tewas

Kndisi setelah penggerebekan narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, Rabu (1/7/2026). (ist)
Kndisi setelah penggerebekan narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, Rabu (1/7/2026). (ist)

SURABAYA (Lentera) - Aiptu Sumaryanto, anggota Satresnarkoba Polres Katingan, juga ditemukan meninggal setelah sebelumnya dilaporkan hilang dalam penggerebekan bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah. Sumaryanto, merupakan korban tewas ketiga dari pihak polisi.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso mengatakan jenazah Sumaryanto ditemukan di Sungai Desa Tumbang Kalemei pada Minggu (5/7/2026) pagi. "Telah ditemukannya satu jenazah atas nama Aiptu Sumaryanto," kata Eko dalam keterangannya melansir CNNIndoneis Minggu (5/7/2026) melansir cnnindonesia.

Eko menerangkan proses pencarian dilakukan sejak pukul 06.00 WIB melibatkan personel dari Polda Kalteng, Polairud, Kodim 1019/Ktg, Basarnas dan masyarakat. Korban ditemukan sekitar pukul 08.42 WIB Ketika mendapat informasi dari Babinsa Rantau Asem atas nama Kopda Imam mengenai jenazah di Sungai Desa Rantau Asem atau sekitar 4 km dari TKP Desa Tumbang Kalemei.

Kemudian, tiga unit perahu karet dan delapan unit kapal ces kecil dikerahkan untuk menyusuri sungai, hutan di pinggir sungai, hingga ke pasar Desa Samba.

Aiptu Sumaryanto jadi korban tewas ketiga dari pihak polisi dalam penggerebekan bandar narkoba di Katingan, Kalteng.

Untuk diketahui, penggerebekan dilakukan Satresnarkoba Polres Katingan pada Rabu (1/7/2026). Targetnya mengarah pada residivis kasus narkotika berinisial BIO. Dalam operasi penggerebekan yang menerjunkan 12 personel dan dibagi dua kelompok pada (1/7/2026). Tim pertana melakukan penindakan di rumah target. Kemudian tim kedua bersiaga di lokasi lain sebagai unsur pendukung.

Dalam penggerebekan itu target berhasil diamankan. Namun, situasi kemudian berubah Ketika beberapa orang di dalam rumah dan warga sekitar melakukan perlawanan menggunakan senjata tajam berupa parang. Situasi semakin memanas ketika massa aksi terus bertambah dan melakukan penyerangan menggunakan senjata tajam serta senjata api rakitan. 

Karena situasi semakin tidak terkendali maka anggota berupaya menyelamatkan diri sambil meminta bantuan penebalan personel. Sayangnya, dalam insiden itu Aipda Yudhie ditemukan meninggal dunia dengan luka akibat senjata tajam. Sementara Aiptu Sumaryanto dan Bripda Nopandri Ramadhana masih dalam pencarian oleh tim gabungan. (*)

Editor: Lutfiyu Handi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.