08 July 2026

Get In Touch

Usai Insiden Konser THR, Ketua DPRD Surabaya Minta Dinkes dan RSUD Soewandhi Berbenah

Kericuhan yang terjadi pasca konser Denny Caknan di Surabaya Expo Center.
Kericuhan yang terjadi pasca konser Denny Caknan di Surabaya Expo Center.

SURABAYA (Lentera)– Penanganan korban luka dalam insiden kericuhan konser Denny Caknan di Surabaya Expo Center (eks Hi-Tech Mall/THR), Minggu (5/7/2026) malam, menjadi sorotan DPRD Surabaya. 

Ketua DPRD Surabaya, Syaifuddin Zuhri, menyatakan akan segera memanggil Kepala Dinas Kesehatan serta Direktur RSUD dr. Mohammad Soewandhi untuk meminta penjelasan terkait layanan terhadap para korban.

Kericuhan terjadi setelah pagar pembatas jebol akibat membludaknya penonton yang menghadiri konser gratis dalam rangka pembukaan Surabaya Expo Center sebagai pusat kreativitas anak muda. 

Berdasarkan data yang diterima, sebanyak 11 orang mengalami luka-luka dan dievakuasi ke RSUD dr. Mohammad Soewandhi untuk mendapatkan penanganan medis.

Namun, muncul keluhan dari sejumlah korban yang menilai pelayanan di rumah sakit belum optimal. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan publik mengenai kesiapan RSUD dr. Mohammad Soewandhi dan Dinas Kesehatan dalam mengantisipasi kegiatan berskala besar yang melibatkan ribuan orang.

Menanggapi hal itu, Syaifuddin mengaku prihatin atas insiden yang terjadi. Ia menilai fasilitas kesehatan seharusnya telah mengantisipasi potensi keadaan darurat ketika terdapat kegiatan dengan konsentrasi massa yang besar.

"Mestinya sigap. Di mana ada kerumunan, secara otomatis mereka harus bisa mengantisipasi. Saya mendengar keluhan beberapa korban yang mengaku tidak tertangani dengan baik," kata Syaifuddin, Senin (6/7/2026).

Ia menuturkan, rumah sakit sebagai fasilitas pelayanan kesehatan harus selalu siap, baik dari sisi tenaga medis, sarana, maupun prasarana. "Bukan kali ini saja. Saya sering menerima komplain warga terkait layanan kesehatan di RSUD Soewandhi. Tolong ini diperbaiki," tuturnya.

Politikus yang akrab disapa Kaji Ipuk itu menilai pelayanan kesehatan merupakan aspek vital karena menyangkut keselamatan jiwa. Karena itu, dalam situasi darurat, tenaga kesehatan harus memiliki kesiapsiagaan yang tinggi.

"Yang terjadi malah sebaliknya. Saya dengar tidak ada dokter jaga saat insiden terjadi. Ini ironis, ketika Surabaya terus berbenah sebagai kota dengan layanan publik terbaik, justru muncul keluhan pada layanan kesehatan saat kondisi darurat," katanya.

Sebagai tindak lanjut, DPRD Surabaya akan segera memanggil Dinas Kesehatan Kota Surabaya dan Direktur RSUD dr. Mohammad Soewandhi guna meminta klarifikasi sekaligus melakukan evaluasi terhadap kesiapsiagaan layanan kesehatan.

"Ini tidak bisa dibiarkan seperti ini. Sayang Surabaya kotanya sudah bagus, tetapi layanan kesehatan masih dikeluhkan. Ayo kita perbaiki bersama," pungkasnya.

Reporter: Amanah|Arifin BH

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.