09 July 2026

Get In Touch

Anggaran Dipangkas, Job Fair Kota Malang 2026 Hanya Diikuti 50 Perusahaan

Arsip-Gelaran job fair di GOR Ken Arok, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang pada 2025 lalu. (Santi/Lentera)
Arsip-Gelaran job fair di GOR Ken Arok, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang pada 2025 lalu. (Santi/Lentera)

MALANG (Lentera) - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang kembali menyiapkan gelaran job fair pada 2026 meski menargetkan kuota 5.000 pencari kerja, jumlah perusahaan yang dilibatkan tahun ini dipastikan berkurang akibat anggaran yang dipangkas sebesar Rp100 juta.

Kepala Dinas Tenaga Kerja, Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker-PMPTSP) Kota Malang, Arif Tri Sastyawan mengatakan job fair tersebut direncanakan berlangsung pada pekan ketiga Agustus 2026.

"Job fair rencananya tahun ini akan kami selenggarakan pada minggu ketiga Agustus 2026. Target kami sama, 5.000 kuota seperti tahun lalu," ujar Arif, Rabu (8/7/2026).

Menurutnya, pengurangan anggaran berdampak pada jumlah perusahaan yang dapat berpartisipasi. Jika pada tahun sebelumnya job fair diikuti sekitar 60 perusahaan, tahun ini jumlahnya diperkirakan hanya sekitar 50 perusahaan.

"Tetapi untuk penyelenggaraan job fair tahun ini, kami harus mengurangi jumlah perusahaan yang ikut serta. Sekitar 50 perusahaan tahun ini, sedangkan tahun lalu 60 perusahaan. Karena anggaran kami berkurang Rp100 juta," jelasnya.

Kendati jumlah perusahaan peserta menyusut, Arif menyebut Pemkot Malang tetap mempertahankan target 5.000 peserta. Adapun jumlah lowongan kerja yang tersedia masih menunggu kepastian dari perusahaan yang akan berpartisipasi.

Sebagai perbandingan, pada pelaksanaan tahun sebelumnya, menurutnya hampir 2.500 lowongan kerja tersedia bagi para pencari kerja. Sementara lokasi penyelenggaraan tahun ini tetap sama, yakni di GOR Ken Arok, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.

Lebih lanjut, Arif menyebut, pendaftaran peserta nantinya dilakukan secara daring. Namun, dari total kuota 5.000 orang, Disnaker-PMPTSP Kota Malang memperkirakan sekitar 1.000 kuota akan disediakan untuk pendaftaran langsung di lokasi.

"Nanti pendaftaran akan dilakukan secara online. Dari 5.000 kuota itu, kemungkinan 1.000-nya untuk pendaftaran di tempat," kata Arif.

Selain mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan, Arif menegaskan pihaknya juga akan meminta perusahaan peserta melaporkan jumlah tenaga kerja yang diterima setelah gelaran job fair berakhir.

"Nanti kami juga akan meminta perusahaan yang ikut job fair untuk melaporkan penerimaan karyawan setelah event tersebut," tuturnya.

Pelaporan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkot Malang, untuk memantau hasil penyelenggaraan job fair dalam memperluas kesempatan kerja dan menekan tingkat pengangguran terbuka (TPT).

Meski demikian, Arif menegaskan, lowongan dalam job fair tidak dapat dikhususkan hanya bagi warga Kota Malang. Sebab, kesempatan kerja harus dibuka untuk masyarakat umum.

"Iya, sebagai upaya mengurangi TPT. Tetapi karena lapangan pekerjaan harus dibuka untuk umum, tetap seperti tahun-tahun sebelumnya, kami tidak bisa memaksa job fair hanya diikuti warga Kota Malang," ungkapnya.

Sebagai informasi, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang, TPT pada 2025 tercatat sebesar 5,69 persen. Angka tersebut menurun dibandingkan 2024 yang mencapai 6,1 persen.

 

Reporter: Santi Wahyu/Editor: Ais

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.