SURABAYA ( LENTERA ) - Dunia kecantikan selalu menghadirkan tren baru yang menarik untuk dicoba. Setelah beberapa tahun diramaikan dengan glass skin, latte makeup, hingga clean girl makeup, kini perhatian para beauty enthusiast tertuju pada teknik underpainting makeup.
Teknik rias yang sebenarnya sudah lama digunakan oleh para makeup artist profesional ini kembali menjadi perbincangan setelah banyak kreator kecantikan di media sosial membagikan hasil riasan yang terlihat begitu halus, ringan, dan seolah menyatu dengan kulit.
Sekilas, hasil akhir underpainting memang tampak berbeda dibandingkan teknik makeup konvensional. Wajah terlihat lebih berdimensi, pipi tampak merona alami, kontur wajah lebih tegas, namun tanpa garis-garis contour yang mencolok. Efeknya menyerupai kulit sehat yang memang secara alami memiliki bayangan dan cahaya, bukan seperti wajah yang dilapisi banyak produk kosmetik.
Rahasia utama teknik ini terletak pada urutan pengaplikasian produk. Jika biasanya foundation menjadi langkah pertama sebelum contour, blush, dan highlighter, underpainting justru membalik proses tersebut. Produk-produk pembentuk dimensi wajah diaplikasikan terlebih dahulu, kemudian seluruhnya disatukan menggunakan lapisan foundation yang tipis.
Hasilnya adalah tampilan yang lebih lembut, natural, dan memberikan efek airbrushed tanpa terlihat berat.
Tak heran apabila teknik ini menjadi favorit banyak orang yang menginginkan tampilan no makeup makeup look, soft glam, maupun riasan sehari-hari yang tetap terlihat segar sepanjang hari.
Persiapan Kulit Harus Optimal
Keberhasilan underpainting tidak hanya ditentukan oleh teknik blending, tetapi juga kondisi kulit sebelum makeup diaplikasikan. Karena itu, proses skin prep menjadi tahap yang tidak boleh dilewatkan.
Mulailah dengan membersihkan wajah agar sisa minyak dan kotoran tidak mengganggu daya rekat makeup. Setelah itu, gunakan pelembap yang sesuai dengan jenis kulit untuk memastikan permukaan kulit tetap terhidrasi. Kulit yang lembap akan membuat produk krim lebih mudah dibaurkan dan menghasilkan tampilan yang jauh lebih halus.
Bila diperlukan, tambahkan primer untuk membantu menyamarkan pori-pori sekaligus memperpanjang ketahanan makeup. Langkah sederhana ini akan membuat foundation lebih mudah menyatu dengan kulit sehingga hasil akhirnya tampak lebih natural.
Contour Jadi Langkah Pertama
Berbeda dengan teknik makeup yang umum dilakukan, underpainting mengawali proses rias dengan mengaplikasikan contour berbentuk krim atau cair.
Produk diaplikasikan pada area yang secara alami membentuk bayangan, seperti tulang pipi, garis rahang, sisi hidung, dan bagian luar dahi. Tujuannya bukan menciptakan garis tegas, melainkan membentuk dimensi wajah secara lembut.
Karena nantinya akan tertutup lapisan foundation tipis, contour tidak perlu diaplikasikan terlalu banyak. Justru penggunaan produk secukupnya akan menghasilkan efek wajah yang lebih ramping dan proporsional tanpa terlihat seperti memakai contour berlebihan.
Lanjut dengan Blush dan Highlighter
Setelah contour selesai dibaurkan, langkah berikutnya adalah menggunakan cream blush dan liquid highlighter.
Bagi sebagian orang, tahapan ini mungkin terasa tidak biasa karena blush biasanya diaplikasikan di atas foundation. Namun, justru di sinilah letak keunikan underpainting.
Blush yang ditempatkan sebelum foundation akan memberikan efek pipi merona dari dalam kulit, bukan sekadar warna yang menempel di permukaan wajah.
Sementara itu, highlighter yang diaplikasikan lebih awal akan menghasilkan kilau alami tanpa terlihat terlalu mengilap.
Teknik ini membuat transisi antara contour, blush, dan highlight menjadi jauh lebih halus sehingga wajah tampak hidup dengan dimensi yang natural.
Cerahkan dengan Concealer
Langkah selanjutnya adalah mengaplikasikan concealer pada area-area tertentu yang membutuhkan pencahayaan lebih.
Gunakan concealer yang memiliki warna sekitar satu hingga dua tingkat lebih terang dibanding warna kulit. Aplikasikan di bawah mata untuk menyamarkan lingkaran hitam, pada batang hidung agar terlihat lebih tinggi, di tengah dahi, dagu, serta sudut luar mata bila ingin memberikan efek wajah yang lebih terangkat.
Karena nantinya seluruh wajah akan kembali dilapisi foundation tipis, hasil concealer akan tampak lebih menyatu dan tidak menciptakan kontras berlebihan.
Foundation Tipis
Tahap inilah yang menjadi pembeda utama underpainting dengan teknik makeup biasa.
Alih-alih menggunakan foundation dengan coverage tinggi, teknik ini justru menyarankan penggunaan foundation ringan atau sheer foundation. Foundation diaplikasikan secara tipis menggunakan spons atau kuas dengan cara ditekan perlahan, bukan digeser.
Teknik menepuk lembut membantu seluruh lapisan contour, blush, dan concealer tetap berada di tempatnya sambil menyatu dengan foundation.
Hasil akhirnya adalah wajah yang tampak lebih rata tanpa menghilangkan dimensi yang sudah dibentuk sebelumnya. Kulit terlihat sehat, segar, dan memiliki efek seperti menggunakan filter kamera.
Akhiri dengan Setting Makeup
Agar makeup tetap bertahan sepanjang hari, langkah terakhir adalah melakukan setting.
Bagi pemilik kulit berminyak, setting powder tipis dapat diaplikasikan pada area yang mudah mengilap, seperti dahi, hidung, dan dagu.
Sementara bagi pemilik kulit normal hingga kering, penggunaan setting spray dapat membantu mempertahankan kelembapan sekaligus membuat seluruh lapisan makeup semakin menyatu.
Tahap finishing ini juga membantu mengurangi tampilan makeup yang terlalu powdery sehingga hasil akhir tetap menyerupai tekstur kulit asli.
Alasan Digemari
Popularitas underpainting bukan tanpa alasan. Teknik ini menawarkan sejumlah kelebihan dibandingkan metode makeup konvensional.
Karena foundation diaplikasikan dalam jumlah yang lebih sedikit, wajah tidak terasa berat meskipun menggunakan beberapa produk krim di bawahnya. Tampilan makeup juga terlihat lebih natural sehingga cocok digunakan untuk aktivitas sehari-hari maupun acara formal.
Selain itu, dimensi wajah tampak lebih halus karena contour dan blush tidak berada di lapisan paling atas. Efek yang dihasilkan menyerupai bayangan alami wajah sehingga riasan terlihat lebih elegan dan profesional.
Teknik ini juga relatif fleksibel. Baik untuk tampilan natural, soft glam, hingga makeup pengantin yang mengutamakan hasil halus di depan kamera, underpainting dapat disesuaikan dengan kebutuhan.
Meski terlihat sederhana, underpainting tetap membutuhkan kesabaran, terutama dalam proses blending. Penggunaan produk yang terlalu banyak justru dapat membuat foundation sulit menyatu. Sebaliknya, aplikasi tipis dan bertahap akan memberikan hasil terbaik.
Pemula juga disarankan menggunakan produk krim dengan tekstur ringan agar lebih mudah dibaurkan. Jangan terburu-buru menambahkan foundation sebelum seluruh contour dan blush benar-benar menyatu dengan kulit.
Semakin sering berlatih, semakin mudah pula menemukan jumlah produk dan teknik blending yang paling sesuai dengan bentuk wajah masing-masing.
Underpainting bukan sekadar tren makeup yang sedang viral di media sosial. Teknik ini menunjukkan bahwa riasan yang indah tidak selalu bergantung pada banyaknya produk yang digunakan, melainkan pada urutan aplikasi dan cara membaurkannya. Dengan persiapan kulit yang baik, penggunaan produk secara tipis, serta proses blending yang tepat, siapa pun dapat menciptakan tampilan makeup yang lebih halus, ringan, dan tampak seperti kulit asli.
Tak heran jika underpainting kini menjadi salah satu teknik favorit para makeup artist sekaligus beauty enthusiast yang menginginkan hasil flawless tanpa terlihat berlebihan.(ist/dya)




.jpg)