Remaja Madiun Tenggelam di Anak Bengawan Solo, Ditemukan Meninggal setelah Lima Jam Pencarian
MADIUN (Lentera)– Niat pulang ke tepian usai berenang bersama enam temannya berakhir tragis bagi Cahyo (16), remaja asal Desa Gunungsari, Kecamatan Madiun, Kabupaten Madiun. Korban tenggelam di anak Sungai Bengawan Solo, tepatnya di Desa Krokeh, Kecamatan Sawahan, Kamis (9/7/2026) sore.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 16.30 WIB. Berdasarkan keterangan para saksi, korban bersama enam rekannya berenang di sungai. Saat seluruh temannya lebih dulu mencapai tepian, Cahyo justru terlihat kesulitan berenang menuju daratan sebelum akhirnya tenggelam.
“Berdasarkan keterangan enam saksi, korban berenang. Kemudian saat kembali ke tepian, teman-temannya lebih dulu sampai. Sedangkan Cahyo tertinggal, dari tepian terlihat seperti kesulitan menggapai, setelah itu tenggelam,” kata Kapolsek Sawahan AKP Widyagana Putra Dhirotsaha.
Mengetahui korban tenggelam, teman-temannya berusaha memberikan pertolongan menggunakan galah. Namun, sebelum sempat meraihnya, tubuh korban sudah lebih dulu hilang ke dasar sungai.
Pencarian kemudian dilakukan tim gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, Tim SAR, relawan, dan warga setempat. Setelah hampir lima jam pencarian, korban ditemukan sekitar pukul 21.45 WIB di dasar sungai dalam kondisi meninggal dunia.
Kasatreskrim Polres Madiun Kota AKP Agus Riyadi yang ikut dalam proses pencarian mengatakan, operasi penyelamatan terkendala kondisi malam hari dan dasar sungai yang dipenuhi lumpur.
“Untuk kendala, pertama karena malam. Yang kedua, bawahnya ada lumpur,” ujarnya.
Korban ditemukan di dasar sungai dengan kedalaman sekitar dua meter. Menurut Agus, arus sungai saat kejadian tidak terlalu deras. Namun, lumpur di dasar sungai diduga membuat tubuh korban terjebak sehingga menyulitkan proses pencarian.
“Kalau arus tidak kuat. Tapi di dalam itu ada lumpurnya, sehingga memungkinkan korban terjebak dalam lumpur,” pungkasnya. (*)
Reporter: Wiwiet Eko Prasetyo
Editor: Lutfiyu Handi





.jpg)