JAKARTA (Lentera) -Satuan Brimob Polri mengawal ketat Polda Metro Jaya menjelang konferensi pers terkait tiga kasus dugaan korupsi pada Jumat (10/7/2026).
Tiga kasus tersebut meliputi dugaan korupsi pasokan batu bara PLN yang diduga memicu blackout, kasus PT Asabri, serta dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dalam proses penyelesaian utang PT CBS kepada PT KNI yang berkaitan dengan Krakatau Steel.
Berdasarkan pantauan di lokasi, suasana berbeda tampak di halaman Gedung Promoter Polda Metro Jaya pada pukul 15.40 WIB.
Puluhan personel Brimob lengkap dengan senjata laras panjang terlihat mengelilingi gedung yang akan menjadi lokasi konferensi pers terkait perkembangan penyidikan tiga kasus dugaan korupsi tersebut.
"Siaran pers perkembangan penyidikan kasus dugaan tindak pidana korupsi, suap, gratifikasi, dan/atau tindak pidana pencucian uang," demikian bunyi tulisan pada videotron di Gedung Promoter Polda Metro Jaya, Jumat (10/7/2026), dilansir dari Bisnis.
Sekadar informasi, penyidik telah menggeledah 13 lokasi di Jakarta dan Bogor dalam perkara tersebut. Dari seluruh lokasi yang digeledah, di antaranya Kafe de'Clan dan Koin Money Changer di Jakarta serta sebuah rumah di Sentul, Bogor.
Dari tiga lokasi tersebut, penyidik telah menyita aset senilai ratusan miliar rupiah. Di Kafe de'Clan dan Koin Money Changer, misalnya, total aset yang disita mencapai Rp67 miliar.
Sementara itu, di rumah di Sentul, penyidik menyita aset dari dalam brankas berupa emas seberat 74 kilogram serta uang tunai dalam mata uang dolar AS, dolar Singapura, dan rupiah. Total nilai aset yang disita ditaksir mencapai Rp476 miliar (*)
Editor: Arifin BH





.jpg)