SURABAYA (Lentera) – Asosiasi Lari Trail Indonesia (ALTI) Pengda Jawa Timur (Jatim) berhasil mencetak 100 pelatih dan Race Director Trail Run tersertifikasi bersama para ahli. Hal terlaksana dalam pelatihan dan sertifikasi pelatih serta Race Director Trail Run 2026 di UPT Pengembangan Pengelolaan BPKAD Provinsi Jatim pada tanggal 11–12 Juli 2026.
Acara berskala Nasional ini dibuka langsung oleh Bima Arya, Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) ALTI yang juga merupakan Wakil Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia. Bima Arya, dalam sambutannya mengapresiasi langkah cepat yang diambil oleh Pengda ALTI Jatim.
"Lari Trail bukan lagi sekadar hobi rekreasi, melainkan cabang olahraga prestasi yang tumbuh sangat pesat. Kita tidak boleh main-main dengan aspek keselamatan dan kualitas pembinaan. Kehadiran 100 pelatih dan race director baru yang tersertifikasi di Jawa Timur ini adalah jawaban nyata untuk membangun ekosistem trail run yang profesional, aman, dan berprestasi dunia," tegas Bima Arya dalam keterangan yang diterima Rabu (15/7/2026).
Sementara itu, Ketua ALTI Jatim, Fibriyan, mengatakan melalui sinergi materi dari para pakar, ALTI Jawa Timur berkomitmen penuh agar para lulusan sertifikasi dapat langsung berkontribusi di daerah masing-masing. "Baik dalam melahirkan atlet-atlet baru yang minim risiko cedera, maupun dalam merancang event sport tourism berkualitas internasional di berbagai bentang alam Jawa Timur," katanya.
Fibriyan mengatakan pelatihan ini merupakan pelatihan pertama yang dilaksanakan baik di Jawa Timur maupun Indonesia yang khusus mengenai kegiatan lari trail. Kehadiran langsung Ketua Umum Pengurus Pusat ALTI menegaskan bahwa Jatim merupakan salah satu barometer penting dalam peta perkembangan dan pembinaan olahraga trail run di tanah air.
"Pelatihan ini diikuti oleh 102 peserta yang terdiri dari 48 orang calon Pelatih (Coach) dan 54 orang calon Race Director (Direktur Lomba) Trail Run dari berbagai penjuru tanah air (Papua, Kalimantan, Bali dan Sumatra)," tandasnya.
Dia menjelaskan peserta yang mengikuti antara lain: 22 Pengurus Cabang dari Jawa Timur; ALTI Provinsi Kalimantan Timur; ALTI Kota Tarakan; ALTI Provinsi Sumatera Utara; ALTI Provinsi Bali; ALTI Provinsi NTT; ALTI Provinsi Papua Barat; ALTI Provinsi Sulawesi Selatan; ALTI Kabupaten Magelang; dan ALTI Kabupaten Sleman.
"Seluruh peserta dipersiapkan untuk meningkatkan standar keselamatan, regulasi teknis, serta mutu kompetisi Lari Trail di Indonesia," katanya.
Sementara itu, guna menyajikan materi yang komprehensif dan berstandar tinggi, ALTI Jawa Timur menghadirkan sederet narasumber papan atas dari berbagai multidisiplin ilmu, mulai dari pakar kedokteran, akademisi olahraga, hingga praktisi event internasional seperti Prof. I Made Sri Undy (KONI Jatim) yang memberikan pembekalan terkait kebijakan organisasi olahraga, standarisasi prestasi nasional, dan sinergi bersama KONI.
Kemudian, Dr Tutur Jatmiko, Pakar ilmu keolahragaan yang membedah metodologi serta peningkatan kapasitas pelatih fisik; dr. Abdul Jabbar Al Hayan, Sp.K.F.R., Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi yang mengupas tuntas penanganan cedera, biomekanika gerak, serta pemulihan fisik atlet di medan ekstrem.
Ada juga, Agam Indriyanto (RRCA Certified Race Director), Pakar manajemen lomba bersertifikasi internasional yang membekali peserta kelas Race Director tentang standarisasi manajemen risiko global. Ivan Citra & Heru Prabowo (Race Director Mantra116), dua sosok di balik suksesnya salah satu event trail run paling menantang di Indonesia, Mantra116, yang membagikan simulasi taktis lapangan, manajemen water station, hingga mitigasi keadaan darurat.
Kemudian, Sandy Ardiyansah (PP ALTI), Merumuskan penyelarasan regulasi teknis perlombaan sesuai dengan garis kebijakan dan aturan resmi yang ditetapkan oleh PP ALTI. (*)
Editor: Lutfiyu Handi





.jpg)