28 July 2026

Get In Touch

Trump Belum Mau Berunding dengan Iran

Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Antara)
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Antara)

WASHINGTON (Lentera) - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan saat ini tidak ingin melakukan perundingan dengan Iran. Hal itu disampaikan dalam wawancara kepada Fox News.

"Untuk saat ini saya tidak ingin berunding. Saya tegaskan, kami tidak bernegosiasi. Tiga hari yang lalu, kami memiliki kesepakatan," kata Trump melansir antara Rabu (14/7/2026).

Sejak 8 Juli 2026 pasukan AS telah melakukan beberapa rangkaian serangan terhadap Iran. Komando Pusat AS mengklaim sebagai tanggapan atas tindakan Iran terhadap kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.

Pasukan Iran kemudian membalas dengan menyerang sejumlah pangkalan AS di beberapa negara Timur Tengah.

Kemudian pada Minggu (12/7/2026), Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz hingga berakhirnya campur tangan AS di kawasan tersebut, menyusul gelombang serangan lain antara AS dan Iran.

Kemudian, pada Senin (13/7/2026), Trump mengatakan Amerika Serikat akan menjadi "penjaga" Selat Hormuz. Dia juga mengatakan Amerika Serikat akan kembali menerapkan blokade pelabuhan-pelabuhan Iran.

Sementara itu, Iran menegaskan belum memiliki rencana untuk kembali ke meja perundingan dengan Amerika AS. Namun, pembicaraan baru dapat dilakukan apabila Washington menunjukkan perubahan sikap terhadap Republik Islam tersebut.

Di sisi lain, laporan Axios yang ditulis Barak Ravid, mengutip pejabat Amerika Serikat, menyebut Washington mengajukan sejumlah tuntutan kepada Teheran, melansir suarasurabaya.

Salah satunya adalah memastikan Selat Hormuz tetap terbuka bagi pelayaran internasional serta menghentikan serangan terhadap kapal-kapal komersial paling lambat Sabtu.

Di tengah meningkatnya ketegangan tersebut, Abbas Araghchi Menteri Luar Negeri Iran tiba di Oman untuk menggelar pembahasan mengenai situasi keamanan di Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi salah satu urat nadi perdagangan energi dunia. (*)

Editor: Lutfiyu Handi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.