28 July 2026

Get In Touch

Iran Kirim Surat ke PBB Menuduh AS Melanggar Memorandum Kesepahaman

Bendera AS dan Iran. (Anadolu)
Bendera AS dan Iran. (Anadolu)

WASHINGTON (Lentera) - Iran mengirimkan surat kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang berisi menuduh AS melanggar Memorandum Kesepahaman Islamabad yang bertujuan mengakhiri perang dan melakukan kejahatan perang.

“Hampir segera setelah penandatanganan Memorandum, dan berlanjut hingga saat ini, Amerika Serikat tidak hanya gagal menghormati komitmennya tetapi juga secara aktif dan sistematis merusak fondasi Memorandum itu sendiri,” tulis Perwakilan Tetap Iran untuk PBB, Amir Saeid Iravani, dalam surat kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dan presiden Dewan Keamanan PBB, menurut kantor berita IRNA milik pemerintah Iran melansir Anadolu, Rabu (15/7/2026).

Dalam surat tersebut menuduh pelanggaran termasuk serangan militer AS yang diperbarui di wilayah Iran. Kemudian juga pencabutan izin penjualan minyak Iran, pembentukan jalur maritim paralel melalui Selat Hormuz, dan dukungan AS yang berkelanjutan untuk operasi militer Israel di Lebanon.

“Tindakan yang disengaja, terencana, dan berkelanjutan ini merupakan ancaman serius terhadap perdamaian dan keamanan internasional dan semakin menunjukkan pengabaian total Amerika Serikat terhadap kewajiban hukum internasionalnya,” katanya.

Menurut Iravani, Iran telah secara resmi menyampaikan setiap pelanggaran kepada mediator, tetapi AS "terus meningkatkan tindakan ilegalnya."

Ia mengatakan perang terhadap Iran yang dimulai pada 28 Februari merupakan "tindakan agresi tanpa provokasi" oleh AS dan Israel yang melanggar Piagam PBB, yang menurutnya "telah mencakup banyak kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan."

Untuk itu, ia juga menyerukan Dewan Keamanan untuk mengambil "langkah-langkah segera, efektif, dan tegas" untuk memaksa Washington menghentikan "tindakan ilegal yang sedang berlangsung" terhadap Iran.

Ketegangan telah meningkat antara AS dan Iran di Selat Hormuz dalam beberapa hari terakhir, dengan kedua pihak saling menyerang meskipun ada nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan yang bertujuan untuk mengakhiri konflik mereka dan mencapai kesepakatan perdamaian yang langgeng. (*)

Editor: Lutfiyu Handi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.