Pastikan Program Kampung KEREN Berjalan Sesuai Proposal, Tim Pemkot Palangka Raya Lakukan Pemantauan
PALANGKA RAYA (Lentera) – Tim Pemerintah Kota (Pemkot) Palangka Raya melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan Program Kampung Keren di RT 02 RW 01 Kelurahan Kereng Bangkirai.
Kegiatan ini dilakukan untuk mengevaluasi perkembangan program yang dijalankan perguruan tinggi bersama masyarakat sesuai dengan proposal yang sebelumnya diajukan.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Palangka Raya, Fauzi Rahman, mengatakan pemantauan dilakukan guna memastikan pelaksanaan Program Kampung Keren berjalan berdasarkan target yang telah direncanakan masing-masing tim pendamping.
“Tujuan kami memantau berbagai kegiatan Kampung Keren ini, adalah untuk melihat progres apakah sesuai dengan proposal yang telah mereka ajukan,” papar Fauzi, Rabu (15/7/2026).
Ia menjelaskan, Program Kampung Keren dilaksanakan pada 12 deliniasi yang sebagian besar berada di kawasan yang masuk kategori permukiman kumuh di Kota Palangka Raya. Pemilihan lokasi dilakukan berdasarkan tingkat kebutuhan penanganan dan potensi pengembangannya.
Fauzi melanjutkan, Kelurahan Kereng Bangkirai menjadi salah satu lokasi prioritas karena memiliki potensi wisata yang perlu didukung dengan pengelolaan lingkungan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Apalagi kawasan Kereng Bangkirai merupakan salah satu lokasi wisata, yang mengharuskan kita menjaga kebersihan dan kesejahteraan masyarakat sekitar, agar kunjungan wisatawan semakin meningkat,” ucapnya.
Menurut Fauzi, terdapat hubungan yang saling mendukung antara pengelolaan lingkungan, pengembangan wisata, dan peningkatan ekonomi masyarakat.
Karena itu, program yang dijalankan di Kereng Bangkirai diarahkan untuk mengintegrasikan ketiga aspek tersebut.
Dari hasil pemantauan, Ia mengapresiasi perkembangan pelaksanaan program yang didampingi Akademi Kebidanan Betang Asi Raya (Betang ASI). Berdasarkan laporan sementara, progres pelaksanaan telah mencapai sekitar 75 persen dari target yang tercantum dalam proposal.
"Nantinya hasil evaluasi seluruh pelaksanaan Program Kampung Keren akan dilaporkan kepada Wali Kota Palangka Raya sebagai bahan penilaian perkembangan program, yang telah dilaksanakan oleh perguruan tinggi di Kota Palangka Raya," jelasnya.
Lebih lanjut Fauzi mengutarakan, dari 18 perguruan tinggi yang diundang untuk mengikuti Program Kampung Keren, terdapat 12 tim yang mengajukan proposal dan menyatakan kesediaan untuk mendampingi masyarakat.
Tim tersebut berasal dari 10 perguruan tinggi, termasuk Universitas Palangka Raya, yang mengirimkan beberapa tim dari fakultas berbeda.
Ia menambahkan, pelaksanaan Program Kampung Keren juga membuka ruang kolaborasi lintas sektor. Beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) berkontribusi sesuai dengan program dan kewenangan masing-masing selama memberikan manfaat bagi masyarakat.
Fauzi menekankan, tujuan utama Program Kampung Keren adalah membangun partisipasi masyarakat dalam pembangunan lingkungan tempat tinggalnya, sehingga masyarakat tidak hanya sebagai penerima manfaat, melainkan juga menjadi pelaku utama pembangunan.
"Konsep KEREN (kolaboratif, ekonomi, religius, enerjik, dan nyaman) yang dikembangkan Pemkot Palangka Raya, dimana kelima unsur tersebut diharapkan mampu membentuk lingkungan yang lebih maju dan berkelanjutan," tutupnya. (*)
Reporter : Novita / Sumber : borneonews
Editor: Lutfiyu Handi





.jpg)